Jakarta kembali terendam. Hujan yang mengguyur tanpa henti semalaman mengubah sejumlah ruas jalan menjadi kali, memaksa warga berhadap-hadapan lagi dengan rutinitas yang paling tidak disukai: banjir. Dari data yang berhasil dihimpun, puluhan wilayah tergenang, dengan ketinggian air di beberapa titik bahkan melampaui pinggang orang dewasa.
Menanggapi situasi ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara. Ia mengakui tingginya intensitas hujan sebagai penyebab utama. Namun begitu, ia juga menyebut upaya yang sedang dijalankan untuk menekan dampaknya di masa depan.
Fokusnya kini ada pada Kali Cakung Lama. Proyek normalisasi sungai itu, kata Pramono, ditargetkan tuntas pada 2027. Ia cukup yakin, jika berjalan sesuai rencana, program ini akan membawa perubahan.
Meski demikian, harapannya itu dibarengi dengan realitas yang pahit. Gubernur tak mau memberikan janji kosong. Menurutnya, mustahil menghilangkan banjir sama sekali dari ibu kota. Permasalahannya sudah jauh lebih kompleks.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Kemang, Ratusan Kendaraan Terpaksa Putar Balik
Menteri Fadli Zon Tinjau Kerusakan Cagar Budaya di Langkat Pascabanjir
Ketua TP PKK Makassar Apresiasi Dedikasi Sekolah Gratis Sikola Mangkasara
BSI dan Danantara Bagikan Santunan ke 5.000 Anak Yatim dan Duafa di 9 Kota