Jakarta kembali terendam. Hujan yang mengguyur tanpa henti semalaman mengubah sejumlah ruas jalan menjadi kali, memaksa warga berhadap-hadapan lagi dengan rutinitas yang paling tidak disukai: banjir. Dari data yang berhasil dihimpun, puluhan wilayah tergenang, dengan ketinggian air di beberapa titik bahkan melampaui pinggang orang dewasa.
Menanggapi situasi ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara. Ia mengakui tingginya intensitas hujan sebagai penyebab utama. Namun begitu, ia juga menyebut upaya yang sedang dijalankan untuk menekan dampaknya di masa depan.
"Jadi, banjir hari ini adalah banjir karena curah hujan yang tinggi sekali, 264 milimeter, dan berlangsung hampir seharian ini," ujar Pramono kepada awak media, Minggu pagi.
"Dan sebenarnya, Pemerintah DKI Jakarta sudah melakukan normalisasi tiga sungai yang ada, yaitu Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut," tambahnya.
Fokusnya kini ada pada Kali Cakung Lama. Proyek normalisasi sungai itu, kata Pramono, ditargetkan tuntas pada 2027. Ia cukup yakin, jika berjalan sesuai rencana, program ini akan membawa perubahan.
"Cakung Lama mudah-mudahan di tahun 2027 itu akan selesai. Kalau itu bisa diselesaikan, maka akan mengurangi banjir di Jakarta," katanya penuh harap.
Meski demikian, harapannya itu dibarengi dengan realitas yang pahit. Gubernur tak mau memberikan janji kosong. Menurutnya, mustahil menghilangkan banjir sama sekali dari ibu kota. Permasalahannya sudah jauh lebih kompleks.
"Tetapi kalau kemudian menghilangkan sepenuhnya banjir di Jakarta, enggak mungkin. Soalnya, permukaan air lautnya sekarang ini sudah lebih tinggi daripada permukaan tanah di Jakarta," tambahnya lugas.
Catatan BPBD: Genangan Menyebar di 148 RT
Di sisi lain, laporan dari lapangan makin memperjelas skala keruwetan hari ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus memperbarui datanya. Hingga pukul sembilan pagi, tercatat ada 148 Rukun Tetangga dan 20 ruas jalan yang terendam.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 148 RT dan 20 Jalan tergenang," jelas Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, dalam rilis resminya.
Angka itu bisa saja bertambah. Yang pasti, genangan di sejumlah lokasi ternyata cukup dalam ada yang mencapai 1,7 meter. Bayangkan saja, air setinggi itu sudah bisa menyapu banyak hal.
Menyikapi hal ini, personel BPBD telah dikerahkan untuk memantau langsung kondisi di titik-titak rawan. Mereka juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Upaya penyedotan air dan pengecekan saluran pun digiatkan, meski hujan mungkin belum benar-benar berhenti. Perjuangan melawan banjir, sekali lagi, adalah lari maraton yang melelahkan bagi warga Jakarta.
Artikel Terkait
Formappi Peringatkan DPR Soal Risiko Intervensi Hukum dari Audiensi Istri Nadiem
Wakil Ketua MPR: Kebebasan Berpikir Perempuan Masih Jauh dari Kenyataan
Delapan Pejabat Kemnaker Divonis Penjara hingga 7,5 Tahun dalam Kasus Pemerasan Izin TKA
Kementerian Haji Luncurkan Aplikasi Kawal Haji untuk Saluran Pengaduan Terintegrasi