Kementan Gelar Talkshow untuk Cegah Panic Buying Jelang Ramadan

- Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00 WIB
Kementan Gelar Talkshow untuk Cegah Panic Buying Jelang Ramadan

Depok, Jumat lalu – Menjelang Ramadan dan Idulfitri, suasana belanja di pasar kerap memicu kecemasan. Nah, untuk meredam hal itu, Kementerian Pertanian punya cara yang cukup menarik. Mereka menggelar talkshow interaktif bertajuk "Belanja Pangan Tanpa Panik, Belanja Bijak itu Asyik!" di area komersial TOD Samesta Mahata Margonda, Beji.

Acara yang masuk dalam rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) ini jelas punya misi: meyakinkan masyarakat bahwa stok pangan nasional aman. Jadi, tak perlu buru-buru menimbun sembako.

Moh. Arief Cahyono, Kepala Biro Komunikasi Kementan, yang hadir di lokasi, menjelaskan maksud di balik acara tersebut.

"Saya berharap masyarakat mendapat pemahaman mengenai Gerakan Pangan Murah sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan," ujar Arief.

Talkshow itu sendiri menghadirkan tiga pembicara kunci. Ada Nita Yulianis dari Bapanas, Freddy dari Kementan, dan praktisi keamanan pangan, Risky Aprillian.

Nita Yulianis, Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, langsung menegaskan satu hal. Menurutnya, kekhawatiran berlebihan soal ketersediaan pangan sebenarnya tidak perlu terjadi.

"Stok pangan saat ini dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panic buying. Membeli berlebihan justru dapat mengganggu distribusi di pasar," tegasnya.

Di sisi lain, Freddy, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, memastikan ketersediaan komoditas seperti cabai dan bawang merah. Ia mengakui, fluktuasi harga kerap terjadi, namun penyebab utamanya lebih ke arah gangguan cuaca yang memengaruhi panen dan pengiriman.

"Secara produksi sebenarnya tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang memengaruhi proses panen," jelas Freddy.

Ia pun memberi tips praktis. Daripada beli banyak-banyak dan akhirnya terbuang, masyarakat bisa mengolah cabai jadi pasta atau bumbu dasar agar awet. Atau, yang lebih sederhana lagi, coba menanam sendiri di pekarangan.

Sementara dari sudut pandang keamanan, Risky Aprillian mengingatkan pentingnya perencanaan belanja. Terutama untuk produk hewani. Prinsip ASUH Aman, Sehat, Utuh, Halal harus jadi panduan utama saat memilih bahan pangan.

Pernyataan serupa juga datang dari pucuk pimpinan. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyatakan stok pangan nasional hingga Maret 2026 dalam kondisi aman.

"Insya Allah pangan kita aman. Pemerintah terus menjaga produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri, tetap terpenuhi," kata Amran.

Intinya, melalui acara seperti ini, pemerintah berusaha menciptakan ketenangan. Harapannya, dengan pemahaman yang baik, masyarakat bisa menjalani momen Ramadan dan Lebaran dengan lebih bijak, tanpa dibayangi kepanikan belanja yang justru merugikan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar