JAKARTA – Dwintha Anggary, cucu dari seniman Betawi legendaris Mpok Nori, ditemukan tewas di dalam kontrakannya di Bambu Apus, Cipayung. Peristiwa tragis ini terjadi Sabtu (21/3/2026) lalu. Polisi menduga kuat pelaku pembunuhan adalah Fuad, mantan suami siri korban yang berkewarganegaraan Irak.
Ibunya, yang hanya disebut dengan inisial B, adalah orang pertama yang menemukan jasad itu. Saat itu hari masih pagi, sekitar pukul 4.30 WIB. Awalnya, sang ibu melihat pintu kontrakan putrinya terkunci dari dalam. Situasi itu tentu saja mencurigakan.
“Kemudian melihat pintu kontrakan terkunci dari dalam rumah,” jelas AKBP Ressa Fiardi dari Resmob Polda Metro Jaya, Minggu (22/3/2026).
Kakak korban, berinisial A, lantas memaksa masuk. Pemandangan mengerikan langsung menyambut. Dwintha terbujur tak bernyawa di lantai. Darah di sekitarnya sudah mengering, begitu pula noda yang menempel di kasur.
“Kemudian, melihat DA sudah meninggal dunia di lantai dengan kondisi darah sudah mengering di lantai dan kasur terdapat darah mengering," tambah Ressa.
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, ada satu fakta kunci. Ternyata, Fuad memegang salah satu dari dua kunci rumah itu. Ini menjadi petunjuk awal yang penting bagi penyelidik.
Tim dari Polres Metro Jaktim tiba di TKP tak lama setelah laporan masuk, sekitar pukul 5.30 WIB. Pemeriksaan awal mengungkap ada luka sayatan yang cukup dalam di leher korban. Itulah yang diduga menjadi penyebab kematiannya.
Pelaku Berhasil Diringkus
Fuad tidak kabur jauh. Dia berhasil ditangkap polisi di dalam sebuah bus yang sedang melaju menuju Sumatra. Penangkapan terjadi di Tol Tangerang-Merak, tepatnya di KM 68 Banjaragung, Serang, Banten, pada Sabtu siang pukul 12.49 WIB.
Kombes Iman Imanuddin, Dirkrimum Polda Metro Jaya, menyatakan Fuad resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 458 subsider Pasal 468 KUHP. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Subdit Resmob untuk menjalani pemeriksaan yang lebih intensif.
"Tersangka telah dibawa ke Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Imanuddin.
Motif di Balik Pembunuhan
Lalu, apa yang mendorong Fuad melakukan tindakan keji itu? Kapolres Metro Jaktim, Kombes Alfian Nurrizal, mengungkapkan motifnya sederhana namun berakhir fatal: penolakan.
Dwintha disebut ingin mengakhiri hubungan mereka, namun Fuad tidak terima. Penolakan itulah yang memicu amarah tak terkendali.
"Korban ingin pisah hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau," kata Alfian kepada awak media, Minggu (22/3/2026).
Dia menambahkan, pembunuhan ini diduga terjadi lebih awal, yaitu pada Kamis malam (19/3/2026). Baru dua hari kemudian, pada Sabtu pagi, jasad korban ditemukan.
"Pembunuhan dilakukan sekitar Kamis malam dan diketahui pada Sabtu pagi," pungkasnya.
Kini, semua pihak menunggu proses hukum berikutnya. Keluarga besar Mpok Nori pun harus menanggung duka yang dalam.
Artikel Terkait
Polisi Konfirmasi Prajurit TNI dan Pemilik Warung di Kemayoran Berdamai, Tak Ada Tuntutan Ganti Rugi
Sultan Kemenaker Akui Biayai Kampanye Mantan Menteri Ida Fauziah
Kementerian Agama Rancang Regulasi Baru Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren
Timnas U-17 Indonesia Hadapi Qatar di Laga Penentu Lolos ke Perempat Final Piala Asia