Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Senin, 27 April. Ia menggantikan Muhammad Qodari yang kini beralih tugas menjadi kepala Badan Komunikasi.
Sebelumnya, Dudung menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden di Bidang Pertahanan Nasional. Posisi itu sudah diembannya sejak Prabowo mulai memimpin Indonesia.
Tapi perjalanan kariernya tidak dimulai dari sana. Dudung adalah prajurit aktif TNI AD. Puncak kariernya di militer adalah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dengan pangkat bintang empat.
Lahir di Bandung, Jawa Barat, November 1965. Ia lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 dari kecabangan Infanteri. Waktu masih menjabat Mayor Jenderal, namanya mulai mencuat. Saat itu ia memimpin wilayah teritorial Jayakarta sebagai Pangdam Jaya.
Di sisi lain, ada satu momen yang bikin namanya disorot. Dudung berani mencopot baliho bergambar Habib Rizieq Shihab, pimpinan Front Pembela Islam (FPI). Bahkan ia sempat melontarkan pernyataan keras yang mendukung pembubaran FPI.
Sejak saat itu, namanya makin mentereng. Pada Mei 2025, ia dipercaya menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad) dengan pangkat bintang tiga. Di tahun yang sama, pangkatnya naik lagi jadi bintang empat dan ia menjabat sebagai KSAD.
Nah, soal harta kekayaan, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir, Dudung tercatat punya total kekayaan Rp13,32 miliar. Laporan ini dibuat saat ia masih menjabat sebagai Penasihat Presiden di Bidang Pertahanan Nasional.
Aset terbesarnya ada di sektor tanah dan bangunan, nilainya mencapai Rp8,8 miliar. Properti itu tersebar di beberapa daerah, seperti Magelang, Bandung, dan beberapa bidang tanah di Subang.
Selain itu, ia juga punya alat transportasi dan mesin senilai Rp1,1 miliar. Koleksinya lumayan: mobil Toyota Veloz tahun 2019, Toyota Fortuner 2.4 VRZ tahun 2020, Toyota Corolla Cross 1.8 tahun 2020, dan sepeda motor Honda PCX tahun 2020.
Ada juga harta bergerak lainnya yang tercatat Rp1,567 miliar. Dudung juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp1,86 miliar.
Menariknya, dalam laporan itu tidak ada kepemilikan surat berharga atau harta lainnya. Dan ia juga dilaporkan tidak punya utang. Jadi total kekayaannya bersih tanpa pengurangan.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
Mensos Gus Ipul Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Lewat Bantuan Modal Usaha, Bukan Sekadar Bansos
Proyek Sekolah Rakyat Kulon Progo Capai 38 Persen, Serap Hampir Seribu Pekerja Lokal
Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Kekerasan terhadap 50 Anak di Daycare Yogyakarta
BRI Hadirkan Pengalaman Eksklusif Lewat Laga Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK