Peringatan itu muncul lagi. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad secara resmi meminta warganya yang masih berada di Irak untuk segera pergi. "Segera tinggalkan negara itu," begitu bunyi seruan resmi yang dikeluarkan Selasa (21/4/2026) lalu. Ini bukan kali pertama; di awal bulan ini imbauan serupa sudah disampaikan. Lalu, apa yang membuat situasi jadi begitu mendesak?
Menurut pernyataan yang dirilis, warga AS benar-benar diminta untuk tidak bepergian ke Irak dengan alasan apapun. Bagi yang sudah di sana, pesannya jelas: angkat kaki secepatnya.
"Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Segera tinggalkan negara itu, jika Anda berada di sana,"
demikian tegas peringatan keamanan itu. Mereka yang membutuhkan bantuan diminta menghubungi pihak kedutaan lewat saluran elektronik, bukan datang langsung.
Ancaman dari Milisi Pro-Iran
Latar belakangnya adalah ketegangan regional yang belum mereda. Pasca serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran akhir Februari lalu, Teheran membalas. Serangan rudal dan drone menghujani target-target di Israel serta negara lain yang dianggap menampung aset militer Amerika. Suasana masih panas.
Di tengah kondisi itu, kelompok-kelompok milisi Irak yang dekat dengan Iran disebut masih terus merencanakan aksi. Sasaran mereka adalah warga AS dan kepentingan Amerika di berbagai penjuru Irak, tak terkecuali wilayah utara. Yang cukup mencolok, peringatan kedutaan AS menyebut adanya elemen pemerintah Irak yang diduga masih melindungi kelompok-kelompok ini secara politik, finansial, maupun operasional.
"Beberapa elemen terkait pemerintah Irak terus secara aktif memberikan perlindungan politik, finansial, dan operasional bagi milisi-milisi teroris ini,"
demikian peringatan keras itu. Sebuah tuduhan yang pasti akan menyulut reaksi.
Memang, wilayah udara Irak sudah dibuka kembali dan ada beberapa penerbangan komersial yang beroperasi. Tapi, situasinya belum bisa dibilang aman. Risiko serangan dari udara entah rudal, drone, atau roket masih sangat nyata dan harus diwaspadai oleh siapa pun yang mempertimbangkan untuk terbang.
Misi AS di Irak sendiri masih berfungsi, meski dalam kapasitas terbatas untuk membantu proses keberangkatan warganya. Namun, mereka menegaskan satu hal penting: jangan coba-coba mendatangi kantor Kedutaan Besar di Baghdad atau Konsulat Jenderal di Erbil. Alasannya sederhana: risikonya terlalu besar. Lebih baik urus semuanya dari jarak jauh.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Gerebek Laboratorium Narkoba Etomidate di Apartemen Tangerang
Iran Sebut Perpanjangan Gencatan Senjata Trump Tak Ada Artinya
22 April dalam Sejarah: Dari Perjanjian Zaragoza hingga Hari Bumi dan KTT Asia-Afrika
Menteri Ungkap Indikasi Kecurangan di Hari Pertama UTBK SNBT 2026