Presiden Iran Bantah Klaim Trump soal Perpecahan Internal, Tegaskan Persatuan Nasional

- Jumat, 24 April 2026 | 06:45 WIB
Presiden Iran Bantah Klaim Trump soal Perpecahan Internal, Tegaskan Persatuan Nasional

Teheran. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dengan tegas membantah klaim Donald Trump. Trump sebelumnya bilang ada perpecahan internal di Iran. Tapi Pezeshkian punya pandangan yang sama sekali berbeda.

“Tidak ada yang namanya kelompok garis keras atau moderat di sini,” kata Pezeshkian lewat akun X-nya, Jumat 24 April 2026. “Kita semua adalah warga Iran. Kita semua revolusioner.”

Pernyataan itu keluar sebagai respons langsung atas cuitan Trump di Truth Social. Trump saat itu mengklaim Iran sedang kacau balau kelompok garis keras disebutnya “kalah telak di medan perang,” sementara yang moderat “tidak terlalu moderat” tapi entah kenapa “mendapatkan rasa hormat.” Agak membingungkan memang.

Pezeshkian malah menekankan sebaliknya. “Ada persatuan yang kokoh seperti baja antara rakyat dan negara,” ujarnya. Ia juga bersumpah Teheran akan membuat “penyerang menyesali tindakannya.” Nada bicaranya tegas, tanpa keraguan.

“Satu Tuhan, satu bangsa, satu pemimpin, dan satu jalan,” imbuhnya. “Jalan kemenangan Iran tercinta.”

Di sisi lain, Trump tetap pada pendiriannya. Ia mengklaim Washington punya “kendali penuh” atas Selat Hormuz. Katanya, tidak ada satu kapal pun yang bisa lewat tanpa izin Angkatan Laut AS. Selat itu, menurut Trump, “tertutup rapat” sampai Iran mau “membuat kesepakatan.”

“Iran mengalami kesulitan besar untuk menentukan siapa pemimpin mereka,” begitu klaim Trump. Entah dari mana ia dapat informasi itu.

Semua ini terjadi di tengah ketegangan yang sudah memanas sejak akhir Februari. Waktu itu, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran. Korban berjatuhan, ribuan orang terluka dan tewas. Teheran tentu tidak tinggal diam. Mereka membalas menyerang Israel dan negara-negara regional yang dianggap jadi tempat persembunyian aset militer AS. Lalu lintas di Selat Hormuz pun ikut terganggu.

Namun begitu, ada sedikit kelonggaran. Selasa kemarin, presiden AS memperpanjang gencatan senjata dua minggu dengan Iran. Padahal gencatan itu hampir berakhir, tinggal sehari lagi. Jadi ya, situasi masih cair. Belum ada yang benar-benar selesai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar