Iran Buka Kembali Wilayah Udara Secara Bertahap Usai Konflik Mereda

- Minggu, 19 April 2026 | 19:30 WIB
Iran Buka Kembali Wilayah Udara Secara Bertahap Usai Konflik Mereda

Pantau – Wilayah udara Iran bakal dibuka kembali. Kabar ini disampaikan otoritas penerbangan sipil negara itu, seperti dilansir IRIB pada Minggu, 19 April 2026. Rencananya, pembukaan akan dilakukan bertahap, menyusul situasi konflik militer yang mulai mereda.

Jadi, bagaimana tahapannya? Menurut penjelasan resmi, fase pertama bakal difokuskan buat penerbangan transit yang melintasi langit Iran. Baru setelah itu, giliran bandara-bandara di wilayah timur yang akan dioperasikan pada fase kedua.

Nah, untuk bandara-bandara utama seperti Mehrabad dan Imam Khomeini, rencananya baru akan menyusul di fase ketiga. Kalau semua berjalan lancar, fase keempat akan menyelesaikan proses ini dengan membuka operasional bandara di kawasan barat Iran. Intinya, ini adalah bagian dari upaya pemulihan layanan penerbangan nasional secara menyeluruh.

Otoritas juga mengingatkan masyarakat soal penjualan tiket yang saat ini masih ditangguhkan.

"Masyarakat harus memperhatikan pengumuman resmi untuk mengetahui status bandara terbaru dan opsi pembelian tiket," begitu bunyi pernyataan mereka.

Latar belakang dari kebijakan ini tentu saja adalah konflik yang sempat memanas. Awalnya, serangan dari Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu memicu ketegangan. Iran pun tak tinggal diam, mereka melancarkan serangan balasan ke Israel dan beberapa negara di kawasan.

Untungnya, situasi perlahan mereda. Gencatan senjata akhirnya bisa disepakati, dimediasi oleh Pakistan, dan mulai berlaku sejak 8 April untuk durasi dua minggu.

Di sisi lain, upaya diplomasi juga terus berjalan. Pembicaraan damai antara Washington dan Teheran telah berlangsung di Pakistan, dengan rencana pertemuan lanjutan di Islamabad. Dalam kondisi seperti ini, pemulihan penerbangan tak bisa dilakukan serentak. Perlu koordinasi ketat antara otoritas sipil dan militer, plus persiapan teknis yang matang, makanya dilakukan setahap demi setahap.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar