Mobil Hantu di Tol Cikampek, Ternyata Sopir Tewas di Balik Kemudi

- Rabu, 21 Januari 2026 | 23:12 WIB
Mobil Hantu di Tol Cikampek, Ternyata Sopir Tewas di Balik Kemudi

Rekaman video yang beredar itu sungguh mengerikan. Sebuah Isuzu Panther warna putih, plat B 8990 NN, terlihat terus melaju di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Yang bikin merinding, sisi kanannya sudah penyok dan terus menyerempet pembatas jalan. Seolah-olah tak ada seorang pun di balik kemudinya.

Kejadiannya di KM 21 400 A, wilayah Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (21/1) lalu. Dalam video, ada sebuah truk wing box yang berusaha 'mengawal' mobil itu dari samping, sepertinya mencoba menjaga agar tidak membahayakan pengguna jalan lain. Alhasil, arus lalu lintas di lajur kanan sempat kacau dan tersendat.

Menurut sejumlah saksi, mobil itu seperti hantu. Melaju sendiri tanpa kendali.

Tapi, penjelasan dari pihak kepolisian justru lebih tragis. Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, membenarkan ada kecelakaan di lokasi itu. Namun begitu, mobil tersebut sebenarnya dikemudikan seseorang.

"Dapat kami informasikan telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Sugihartono.

Ia menerangkan, berdasarkan keterangan yang dihimpun, kendaraan itu melaju dari Jakarta menuju Cikampek. Tiba-tiba saja, di lajur 4, mobil menabrak keras pembatas jalan untuk putar balik atau U-turn. Tabrakan itulah yang diduga kuat merenggut nyawa pengemudi di tempat, seorang pria berinisial FP.

"Korban meninggal setelah menabrak pembatas U-turn," ucap Sugihartono.

Nah, ini yang menjelaskan mengapa mobil itu seperti melaju tanpa sopir. Korban ternyata masih berada di dalam kabin, meninggal dunia, sementara kendaraannya masih terus bergerak beberapa meter sebelum akhirnya berhenti. Petugas yang datang langsung membawa korban ke RS Siloam Bekasi Timur untuk proses lebih lanjut.

Sampai sekarang, kejadian nahas ini masih diselidiki tuntas oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi. Banyak pertanyaan yang masih menggantung, menunggu jawaban dari penyelidikan yang lebih mendalam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar