Trump Tegaskan Tak Akan Pakai Kekerasan untuk Greenland, Tawarkan Mediasi Ukraina di Davos

- Rabu, 21 Januari 2026 | 23:35 WIB
Trump Tegaskan Tak Akan Pakai Kekerasan untuk Greenland, Tawarkan Mediasi Ukraina di Davos

Di tengah kerumunan para pemimpin global di Davos, Donald Trump kembali membuat pernyataan yang mengejutkan. Mantan Presiden AS itu dengan tegas menyatakan tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan untuk mengambil alih Greenland. Wilayah otonom Denmark itu, bagaimanapun, masih ia anggap seharusnya menjadi milik Amerika Serikat.

"Kita mungkin tidak akan dapatkan apa-apa, kecuali saya putuskan untuk pakai kekuatan dan kekerasan yang berlebihan," ujarnya, suaranya terdengar lantang di forum ekonomi bergengsi itu, Rabu (21/1/2026).

"Kalau itu dilakukan, kita akan tak terhentikan. Tapi saya tidak akan melakukannya."

Trump terlihat yakin reaksi dunia akan positif. Menurutnya, pernyataan itu justru akan dipuji banyak orang.

"Oke. Sekarang semua orang pasti bilang, 'Oh, bagus sekali'. Mungkin ini pernyataan terbesar saya, soalnya banyak yang mengira saya akan pakai kekerasan," imbuhnya, dengan gaya khasnya yang blak-blakan.

Dia lalu mengulang penekanannya, kali ini lebih perlahan. "Saya tidak perlu pakai kekerasan. Saya juga nggak mau. Dan saya tidak akan melakukannya."

Pembicaraan Trump di Davos ternyata tidak cuma soal Greenland. Di sisi lain, dia juga menyentuh konflik yang masih berkecamuk di Eropa Timur. Trump mengumumkan rencananya untuk bertemu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, hari itu juga. Tujuannya, membahas bagaimana mengakhiri perang dengan Rusia.

"Saya berurusan dengan Presiden Putin dan saya yakin dia ingin buat kesepakatan. Saya juga berurusan dengan Presiden Zelensky dan saya pikir dia pun begitu. Saya akan ketemu dia hari ini," kata Trump.

Namun begitu, nada kritiknya terhadap NATO langsung muncul kembali. Dia dengan keras menegaskan bahwa aliansi itu, bukan Washington, yang harus menangani urusan Ukraina.

"(NATO) yang harus urus Ukraina, kita tidak... Kita nggak ada hubungannya dengan itu," tegasnya.

Sayangnya, dari Kyiv belum ada konfirmasi mengenai perjalanan Zelensky ke Swiss. Sepekan sebelumnya, Zelensky justru memberi sinyal akan absen dari forum Davos. Dia memilih tetap di ibu kota Ukraina untuk menangani krisis pemadaman listrik dan pemanas skala besar, dampak dari serangan rudal Rusia yang terus berlanjut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar