Tiga Pelaut India Tewas dalam Serangan AS di Dekat Selat Hormuz, Pemerintah India Protes Keras

- Jumat, 12 Juni 2026 | 03:30 WIB
Tiga Pelaut India Tewas dalam Serangan AS di Dekat Selat Hormuz, Pemerintah India Protes Keras

Tiga pelaut India dipastikan tewas setelah kapal tanker yang mereka tumpangi menjadi sasaran serangan Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz. Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan maritim yang melibatkan dua negara besar tersebut di kawasan Timur Tengah.

Kapal MT Settebello yang berbendera Palau diserang oleh militer AS pada Rabu (10/6/2026) di lepas pantai Oman. Kapal tersebut mengangkut 24 awak berkebangsaan India. Tiga orang yang sempat dilaporkan hilang kemudian dipastikan tewas sehari setelahnya, Kamis (11/6/2026), setelah jenazah mereka berhasil ditemukan dan diidentifikasi.

Serangan terhadap MT Settebello bukanlah insiden tunggal. Sehari sebelumnya, militer AS juga menembaki MT Jalveer, sebuah kapal berbendera Guinea-Bissau, di lokasi yang tidak jauh berbeda. Peristiwa ini menjadi serangan ketiga yang dikaitkan dengan Amerika Serikat di perairan Oman hanya dalam kurun waktu sepekan.

Menteri Perhubungan India, Sarbananda Sonowal, menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut. Dalam pernyataan resminya pada Kamis, ia menegaskan bahwa pemerintah India telah mengambil langkah cepat untuk menangani situasi ini.

“Sangat disayangkan mengetahui insiden tragis di atas kapal MT Settebello yang berbendera Palau. Sayangnya, tiga pelaut India yang awalnya dilaporkan hilang kini dipastikan tewas setelah jenazah ditemukan dan diidentifikasi,” ujar Sonowal.

“Saya telah menginstruksikan para pejabat untuk memastikan pemulangan segera anggota kru yang diselamatkan dan pengembalian jenazah yang meninggal dengan cepat untuk upacara pemakaman mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India memanggil seorang diplomat senior AS di New Delhi untuk menyampaikan protes keras atas serangan terhadap kapal yang membawa warga negaranya. Langkah diplomatik ini menunjukkan ketegangan yang meningkat antara kedua negara menjelang pertemuan bilateral yang dijadwalkan berlangsung di sela-sela KTT Kelompok Tujuh (G7) pekan depan. Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dalam forum tersebut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar