Wakil Ketua Komisi VI Desak PLN Bantu Proyek Listrik Desa yang Mandek di Dharmasraya

- Rabu, 21 Januari 2026 | 23:20 WIB
Wakil Ketua Komisi VI Desak PLN Bantu Proyek Listrik Desa yang Mandek di Dharmasraya

Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR, punya permintaan khusus untuk PLN. Ia mendorong perusahaan pelat merah itu untuk turun tangan membantu proyek listrik desa di Dharmasraya yang mandek. Masalahnya klasik: pembebasan lahan. Menurutnya, kehadiran listrik bakal jadi nyawa baru bagi pertumbuhan warga di sana.

Permintaan ini ia lontarkan dalam rapat dengar pendapat dengan direksi PLN. Tapi, Andre tak lupa memberi apresiasi. Ia puji kinerja PLN yang dinilainya sangat cepat saat memulihkan jaringan listrik di Sumbar pascabencana.

"PLN sudah bekerja luar biasa. Ketika jalan masih tertutup dan lokasi sulit dijangkau, karyawan sudah ada di lapangan dan genset langsung dikirim. Ini sangat membantu masyarakat kami,"

kata Andre dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di Dharmasraya? Proyek lisdes itu sebenarnya sudah masuk anggaran dan jadi prioritas. Sayangnya, jalur jaringan sepanjang 18 kilometer itu terbentur lahan perkebunan, terutama sawit. Biaya pembebasannya gak kecil.

Pemerintah kabupaten sendiri dikatakan kesulitan karena anggarannya terbatas. Di sisi lain, semangat warga justru tinggi. Mereka bahkan sudah patungan, mengumpulkan dana swadaya untuk membantu proses itu.

"Masyarakat sudah patungan, pemerintah daerah juga sudah berusaha. Tinggal sedikit lagi. Karena itu saya minta PLN ikut membantu melalui program CSR agar proyek ini bisa segera berjalan,"

ujar politisi Gerindra itu.

Harapannya jelas: dengan sokongan dari PLN, target 2026 untuk menyalakan listrik di pelosok Dharmasraya bisa tercapai. Bagi Andre, ini bukan cuma soal lampu menyala.

Ia menegaskan, listrik yang merata bakal membuka pintu peluang ekonomi, mendongkrak kualitas belajar anak-anak, dan mendorong pembangunan daerah. "Kalau listrik masuk, usaha kecil bisa tumbuh, anak-anak bisa belajar lebih baik, dan desa akan berkembang. Ini yang kita perjuangkan," tutupnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar