Prabowo di Inggris dan Davos: Diplomasi Hijau untuk Ekonomi Masa Depan Indonesia

- Rabu, 21 Januari 2026 | 10:35 WIB
Prabowo di Inggris dan Davos: Diplomasi Hijau untuk Ekonomi Masa Depan Indonesia

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris dan Forum Ekonomi Dunia di Davos dinilai bakal membawa angin segar bagi Indonesia. Keyakinan ini disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, yang melihat rangkaian diplomasi ini bukan sekadar seremonial belaka.

Menurutnya, ada dampak positif yang bisa dirasakan, terutama untuk perekonomian nasional. Tak cuma itu, isu-isu strategis seperti ketahanan energi dan konservasi lingkungan juga mendapat titik terang.

Pertemuan dengan Raja Charles III di Inggris, misalnya, punya makna yang dalam. Eddy menilai pertemuan ini strategis, mengingat sang raja dikenal sebagai figur global yang sangat gigih menyuarakan isu perubahan iklim.

“Kami meyakini pertemuan tersebut akan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan Inggris dalam bidang transisi energi, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pembiayaan hijau. Ini peluang yang baik bagi Indonesia sebagai bagian dari upaya menuju target NZE (Net Zero Emission) di tahun 2060 atau lebih cepat,” ujar Eddy dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
“Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam dan biodiversitas yang besar, sehingga kolaborasi global sangat dibutuhkan agar pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan,” lanjutnya.

Di sisi lain, kehadiran Presiden di panggung WEF Davos juga mendapat sorotan. Eddy menyambut positif forum tersebut sebagai kesempatan emas. Di sana, arah kebijakan pemerintah bisa disampaikan langsung ke dunia internasional, dengan penekanan pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan transisi energi.

Wakil Ketua Umum PAN ini punya harapan besar. Ia yakin pidato Presiden bisa meyakinkan komunitas global bahwa Indonesia serius membangun ekonomi tangguh yang juga ramah lingkungan.

“Kami yakin pidato Presiden di WEF Davos akan memberikan keyakinan kepada komunitas internasional dan para investor bahwa Indonesia serius membangun ekonomi yang tangguh, mandiri secara energi, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pesan ini penting agar Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dalam investasi hijau dan ekonomi masa depan,” jelasnya.

Namun begitu, Eddy mengingatkan satu hal penting. Semua diplomasi ekonomi dan lingkungan di panggung global itu harus ada tindak lanjutnya di dalam negeri. Ia menegaskan perlunya kebijakan konkret, penguatan regulasi, dan akselerasi transisi energi bersih. Perlindungan terhadap ekosistem dan masyarakat lokal juga tak boleh dilupakan.

Harapannya jelas. Semua hasil pertemuan internasional itu harus bisa diterjemahkan jadi langkah nyata. Langkah yang manfaatnya langsung terasa oleh rakyat, memperkuat kedaulatan energi, dan tentu saja, menjaga bumi untuk anak cucu kita nanti.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar