Tim forensik akhirnya berhasil mengidentifikasi jenazah pertama yang ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep. Korban pesawat ATR 42-500 itu adalah Deden Maulana, seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pantauan di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu kemarin, memperlihatkan jenazah tersebut telah dimasukkan ke dalam peti. Proses ini disaksikan langsung oleh keluarga. Di bagian luar peti, terpampang jelas label bertuliskan nomor postmortem 62.B.02 dan nama Deden Maulana.
Istrinya, Vera, hadir untuk menerima jenazah. Dengan pakaian berwarna krem yang menutupi seluruh tubuhnya, suasana terasa sangat hening.
Namun begitu, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi. Rencananya, keterangan lengkap baru akan disampaikan Polda Sulsel hari Kamis besok.
Artikel Terkait
Motul Gelar Moride di Lampung, Wadah Silaturahmi dan Edukasi Perawatan Motor
DK PBB Sahkan Resolusi Tegas, Desak Iran Hentikan Serangan di Teluk dan Selat Hormuz
Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke Amerika dan Negara Lain
HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Perdamaian di Timur Tengah