Setelah pencarian yang melelahkan di medan terjal Gunung Bulusaraung, akhirnya ada titik terang. Identitas pria korban pertama jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Pangkep berhasil diketahui. Dia adalah Deden Maulana.
Dari data manifest penumpang, terkonfirmasi Deden adalah seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pria berpangkat Penata Muda tingkat I ini sehari-hari bertugas sebagai Pengelola Barang Milik Negara.
Malam itu, sekitar pukul sepuluh lewat lima menit WITA, suasana hening di lokasi tiba-tiba berubah. Sebuah peti jenazah akhirnya dikeluarkan dari ruang post mortem. Di bagian luarnya, tertera nama Deden Maulana dan label post mortem PM.62.B.02. Proses penyerahan kepada keluarga pun segera dilakukan.
Peti itu diterima oleh seorang perempuan bernama Vera, yang disebut-sebut adalah istri almarhum.
Vera sama sekali tak bisa menahan tangis. Tangannya terlihat gemetar saat menerima berkas-berkas pemeriksaan dari Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, AKBP Elvis J.
Usai penyerahan, prosesi berlangsung singkat. Peti jenazah langsung dibawa ke dalam ambulans untuk kemudian diberangkatkan ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Baik tim DVI maupun keluarga memilih untuk tak banyak berkomentar soal detail identifikasi ini.
Kesulitan di Balik Proses Identifikasi
Sebelumnya, tim DVI sempat menggelar jumpa pers. Mereka mengaku mengalami kendala serius dalam mengidentifikasi korban pria yang pertama ditemukan ini.
Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muh Haris, menjelaskan kondisinya kepada awak media.
"Kondisi (mayat), sudah bengkak," ujarnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Cabut Izin Perkebunan Rp14,5 Triliun di Atas Tanah Milik TNI
Tiga Polisi Bengkalis Diciduk Saat Pesta Narkoba di Hotel
Ironi di Balik Meja Rapat: Gaji Pengantar Bantuan Lebih Tinggi dari Guru Honorer
Jembatan Gantung Ambruk, Lima Pelajar Tercebur ke Sungai Cilangkap