Minggu pagi di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, bukan pagi yang biasa. Permukiman warga RW 04 terendam air dengan ketinggian yang cukup mengkhawatirkan. Di beberapa titik, air banjir bahkan mencapai 1,5 meter. Ini terjadi akibat kombinasi luapan Kali Sunter dan hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam lalu.
Subagyo, Ketua LMK RW 04, mengonfirmasi situasi yang makin memburuk ini. Ia menjelaskan bahwa ketinggian air terus meningkat dari Sabtu malam hingga Minggu pagi.
"Ketinggian air terdalam di RT 4 dan RT 2 sekitar 1,5 meter. Kalau di RT 3, ada yang satu meter dan ada juga yang sekitar 60 sentimeter," ujarnya di lokasi kejadian.
Menurut Subagyo, pemicunya jelas. "Banjir kali ini karena curah hujan sejak Sabtu pagi sampai sekarang masih terus turun. Ditambah lagi, ada kiriman air dari hulu Sunter. Akibatnya, sekitar pukul 03.00 dini hari tadi, air naik dengan sangat cepat," jelasnya.
Wilayah bantaran kali jadi yang paling parah terdampak. Beberapa RT dilaporkan mengalami genangan yang hampir menyentuh dua meter. Sedikitnya, ada enam rukun tetangga di RW 04 yang kebanjiran, dengan ketinggian air yang bervariasi. RT 1, 2, 3, 4, 5, dan 7 semuanya terendam.
Daerah ini memang langganan banjir. Namun begitu, Subagyo menyebut ada yang berbeda tahun ini.
"Itu langganan, kalau banjir pasti mereka terdampak dan ini hanya terjadi di satu RW saja, yaitu RW 4. Tapi untuk tahun ini, ini pertama kalinya kita mengalaminya," ucapnya.
Lalu, bagaimana dengan bantuan? Hingga saat ini, kata Subagyo, belum ada bantuan yang masuk ke lokasi. Biasanya, penyaluran bantuan baru dilakukan setelah ada pendataan warga terdampak, terutama jika sudah ada yang mengungsi.
Sementara menunggu, warga setempat masih terus bersiaga. Mereka berharap air segera surut. Para pengurus wilayah pun tak berhenti memantau, baik perkembangan ketinggian air maupun kesiapan lokasi pengungsian jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Kejadian di Cipinang Melayu ini adalah bagian dari gambaran yang lebih luas. BMKG sendiri sudah memprakirakan cuaca di sebagian DKI Jakarta akan diwarnai hujan ringan hingga disertai petir sepanjang hari Minggu ini.
Data dari BPBD DKI Jakarta memperkuat skala masalah ini. Mereka mencatat ada 39 RT dan 13 ruas jalan di Jakarta yang terendam banjir akibat hujan deras.
"Banjir terjadi akibat hujan deras di Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu sampai dengan Minggu," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
Jadi, situasinya masih perlu diwaspadai. Warga di sejumlah titik ibukota masih harus berjibaku dengan genangan, sambil berharap intensitas hujan segera mereda.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Sianida dari Filipina di Gorontalo Utara
Peringati Hari Transportasi Nasional, Seluruh Moda Transportasi Umum di Jakarta Gratis
Hotel Borobudur Jakarta Luncurkan Program Rempah dan Budaya Ternate-Tidore Sambut Hari Bumi dan Waisak 2026
Polri Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp149 Miliar, Selamatkan 333.280 Jiwa