Model Menangis saat Diperiksa Polisi karena Sebar Hoaks Jadi Korban Begal

- Kamis, 21 Mei 2026 | 21:30 WIB
Model Menangis saat Diperiksa Polisi karena Sebar Hoaks Jadi Korban Begal

Seorang wanita berinisial AJDV alias AWS, yang berprofesi sebagai model, tak kuasa menahan tangis saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Kamis (21/5/2026) malam. Ia diperiksa setelah terbukti menyebarkan kabar bohong atau hoaks tentang dirinya yang menjadi korban aksi begal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Air matanya terus mengalir ketika keluar dari ruang pemeriksaan, namun ia enggan memberikan sepatah kata pun kepada awak media yang menunggu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap AJDV telah dilakukan sejak siang hari. “Iya, diperiksa di Siber dalam rangka meminta penjelasan yang bersangkutan,” ujarnya saat dihubungi wartawan. Pantauan di lokasi menunjukkan, AJDV baru meninggalkan ruang pemeriksaan sekitar pukul 20.26 WIB. Saat itu, ia tampak mengenakan jaket biru, dengan wajah tertutup masker dan kepala yang dilindungi hoodie. Ia keluar didampingi seorang wanita dan dua petugas kepolisian, lalu langsung meninggalkan lokasi tanpa menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu, polisi memastikan bahwa model tersebut sama sekali bukan korban tindak pidana. Budi menjelaskan, penyelidikan dilakukan secara proaktif oleh Direktorat PPA dan PPO bersama Satres PPA PPO Jakarta Barat dan Polsek Kebon Jeruk, dengan pendampingan dari UPT P3A, psikolog, dan Dokkes Polda Metro Jaya. “Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya,” tegasnya.

Motif di balik penyebaran kabar palsu itu pun terungkap. Menurut Budi, AJDV mengaku iseng dan ingin mengglorifikasi peristiwa begal yang tengah marak terjadi. “Apa motifnya? Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal,” bebernya. Setelah dilakukan pendalaman, polisi memutuskan bahwa tidak ada peristiwa pidana yang menimpa AJDV.

Di sisi lain, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Budi meminta warga tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan karena dapat menimbulkan kegaduhan. “Polda Metro Jaya sudah hadir untuk melakukan pendampingan psikologis kepada yang bersangkutan,” tambahnya.

Sebelumnya, beredar luas kabar di media sosial bahwa AJDV menjadi korban begal di Kebon Jeruk dan disebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Waras. Namun, pihak manajemen rumah sakit membantah keras informasi tersebut. Perwakilan manajemen RS Sumber Waras, Tri Nurmansyah, menyatakan bahwa berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan data pasien dengan nama yang sesuai dengan informasi yang beredar. “Pasien yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut tidak ada dalam data pasien yang sedang berobat ataupun yang telah berobat di Rumah Sakit Sumber Waras,” ujarnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar