Serangan udara Rusia kembali mengguncang Ukraina. Kali ini, korban jiwa dan luka-luka berjatuhan di Kyiv dan Kharkiv. Setidaknya satu orang tewas, sementara dua puluh tiga lainnya mengalami luka-luka dalam serangan terbaru ini.
Status siaga serangan udara masih berlaku di seluruh negeri. Otoritas militer di ibu kota sendiri sudah lebih dulu mengingatkan warganya akan ancaman drone dan rudal balistik yang bisa datang kapan saja.
Lewat aplikasi Telegram, Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko memberikan peringatan keras.
"Kyiv berada di bawah serangan musuh besar-besaran. Jangan meninggalkan tempat perlindungan!" tulisnya.
Menurut Klitschko, beberapa bangunan non-perumahan ikut terkena imbas. Kebakaran dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi akibat puing-puing drone yang jatuh. Gangguan pada layanan pemanas dan air di beberapa bagian ibu kota pun tak terhindarkan.
"Saat ini, satu orang diketahui telah meninggal dan empat orang terluka," jelasnya dalam pembaruan informasi terpisah.
Tiga dari korban luka itu sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Di wilayah Kyiv yang lebih luas, otoritas setempat melaporkan tambahan empat orang terluka.
Sementara situasi di ibu kota masih mencekam, kota Kharkiv di timur laut juga tak luput dari gempuran. Wali Kota Igor Terekhov menyebut serangan melibatkan drone Shahed buatan Iran.
Serangan itu, kata Terekhov, merusak beberapa bangunan tempat tinggal. Lokasinya berada di area yang relatif dekat dengan perbatasan Rusia. Serangan datang hampir bersamaan, memperlihatkan skala ofensif yang cukup luas.
Artikel Terkait
Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Tunggal Motor di Cibinong
Polda Sumsel Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil 25 Kasus, Selamatkan 34.252 Jiwa
LPPM Universitas Terbuka Dorong Penguatan SDM dan Wisata Berkelanjutan di Pulau Pahawang
Mobil Box Muatan Biji Plastik Terguling di Flyover Pesing Akibat Dihindari dari Tabrakan