Profil Sabrina Farhana, CEO Mediarumu, yang Dituding sebagai Istri Baru Aditya Triantoro

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 05:00 WIB
Profil Sabrina Farhana, CEO Mediarumu, yang Dituding sebagai Istri Baru Aditya Triantoro

Nama Sabrina Farhana tiba-tiba mencuat ke permukaan. Ia disebut-sebut sebagai istri baru Aditya Triantoro, sang founder animasi Nussa Rara, yang kini tengah dilanda badai skandal perselingkuhan. Tudingan sebagai "pelakor syariah" pun mengiringi namanya. Tapi, siapa sebenarnya perempuan ini?

Sebelum terlibat dalam kontroversi ini, Sabrina dikenal sebagai seorang pengusaha. Ia adalah CEO dan pendiri Mediarumu Digital Agency. Perjalanan kariernya cukup berwarna. Awalnya, dunia jurnalistik sempat ia geluti sebagai pembaca berita di Metro TV. Namun, jalan hidupnya kemudian berbelok ke ranah bisnis dan pengembangan usaha.

Yang menarik, pengalamannya tak cuma di dalam negeri. Sabrina pernah bekerja di Jepang, bahkan berkesempatan bertemu dengan pendiri perusahaan di Tokyo. Tak berhenti di sana, ia juga pernah bergabung dengan sebuah perusahaan asal Jerman. Serangkaian pengalaman internasional inilah yang konon membawanya mendalami industri media digital, hingga akhirnya mendirikan agensinya sendiri yang berkantor di Pancoran.

Di media sosial, Sabrina aktif sebagai selebgram dengan puluhan ribu pengikut. Penampilannya kerap dengan hijab, dan ia juga diketahui sebagai ibu dari dua anak. Namun, sejak isu perselingkuhan Aditya meletup, Sabrina memilih untuk membatasi komentar di akun Instagramnya. Langkah yang cukup wajar, mengingat sorotan publik yang begitu panas.

Di sisi lain, sumber badai ini berasal dari pengakuan Annisa Hadiyanti, mantan istri Aditya. Dalam sebuah podcast yang cukup viral, Annisa membongkar kisah rumah tangganya yang berantakan. Suaranya bergetar, matanya berkaca-kaca. Ia mengaku perceraian mereka dipicu oleh pengkhianatan, bukan hal sepele.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar