Bahlil Lahadalia Sindir Penambahan Kursi Saat Nuzulul Quran, MUI: Jangan Bikin Candaan Agama

- Minggu, 08 Maret 2026 | 07:40 WIB
Bahlil Lahadalia Sindir Penambahan Kursi Saat Nuzulul Quran, MUI: Jangan Bikin Candaan Agama

Suasana di Masjid Syajaratun Thayyibah DPP Partai Golkar, Jumat malam lalu, cukup hangat. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sedang memberikan sambutan dalam acara peringatan Nuzulul Quran. Di tengah uraiannya yang serius, tiba-tiba ia menyelipkan sebuah kelakar yang langsung mengundang tawa hadirin.

"Insyaallah, bagi orang yang selalu diberkahi, secercah harapan Lailatul Qadar sudah mulai turun," ujar Bahlil.

Lalu, dengan senyum khasnya, dia melanjutkan, "Tapi kalau bagi Partai Golkar, Lailatul Qadar itu kalau kursi tambah."

Kalimat itu tentu saja bukan sekadar lelucon biasa. Di balik candaannya, Bahlil sebenarnya sedang membangun narasi optimisme menuju pemilu 2026. Dia merasa sinyal-sinyal politik sudah mulai terlihat, dan Golkar berharap bisa meraih lebih banyak kursi di parlemen nanti.

Namun begitu, pidatonya tak melulu soal politik praktis. Bahlil kemudian mengajak hadirin merenungkan prinsip keadilan sosial dalam ekonomi yang tertuang dalam Al-Qur'an. Dia mengutip Surat Al-Hasyr ayat 7, yang intinya melarang kekayaan hanya beredar di kalangan orang kaya saja.

"Prinsip ini punya pesan moral yang kuat," terang Bahlil. "Kekayaan dan sumber daya jangan cuma menumpuk pada segelintir orang, tapi harus dikelola dan dibagi secara adil agar seluruh masyarakat merasakan manfaatnya."

Menurutnya, larangan monopoli ekonomi itu bukan cuma ada di konstitusi atau Pancasila. "Ternyata di Al-Qur'an juga diperintahkan hal yang sama. Kekayaan tidak boleh dimonopoli oleh sekelompok kecil orang."

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar