Garam Ditabur dari Langit, Jakarta Berharap Banjir Tak Meluap

- Kamis, 22 Januari 2026 | 08:40 WIB
Garam Ditabur dari Langit, Jakarta Berharap Banjir Tak Meluap

Upaya mencegah banjir di Jakarta terus digenjot. Kali ini, lewat operasi modifikasi cuaca atau OMC yang digelar BPBD DKI bersama BMKG dan TNI Angkatan Udara. Operasi ini masih berlangsung hari ini, Kamis (22/1/2026), meski disebut-sebut sebagai hari terakhir pelaksanaannya.

"Hari ini masih ikhtiar OMC, hari ini terakhir," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, kepada awak media.

Menurutnya, langkah ini murni antisipasi. Mereka tak mau ambil risiko dengan dinamika cuaca ekstrem yang bisa berujung banjir.

"Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan," jelas Yohan. Tujuannya sederhana: mengurangi potensi hujan ekstrem yang kerap mengancam wilayah padat penduduk seperti Jakarta dan sekitarnya.

Sebelumnya, pada Rabu (21/1), aksi serupa sudah digelar. Momen itu bahkan diunggah di Instagram resmi BPBD DKI. Dari unggahan video itu, terlihat persiapan yang cukup panjang. Dimulai dari rapat pemantauan cuaca, lalu proses pemuatan garam ke dalam pesawat.

Pesawat milik TNI AU itu kemudian lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma. Naik hingga ketinggian 8.500 hingga 11.000 kaki di atas permukaan laut, petugas mulai menaburkan garam. Lokasinya mencakup perairan Selat Sunda dan wilayah utara Jakarta.

"OMC melakukan penyemaian atau tabur garam," begitu bunyi keterangan resmi BPBD. Mereka mengerahkan tiga kali penerbangan dengan total 2.400 kg garam yang disebar.

Kolaborasi jadi kunci dalam operasi ini. Seperti ditegaskan dalam pernyataannya, BPBD DKI Jakarta berkerja sama dengan TNI Angkatan Udara dan BMKG. Semua bergerak untuk satu tujuan: meminimalisir ancaman banjir sebelum benar-benar terjadi.

Jadi, itulah upaya mereka. Garam ditabur dari langit, harapannya air tak meluap di bumi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar