Menurut Anwar, saat petugas mencoba menghentikan Pandu, ia melompat dan terjatuh.
"Dia jatuh telungkup dan berusaha melarikan diri, tetapi terjatuh lagi," tambahnya.
Setelah itu, petugas langsung membawanya ke puskesmas untuk perawatan.
Saat diperiksa di puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Baca juga: Sosok Pandu Brata Siregar, Siswa SMA yang Tewas setelah Diduga Dianiaya Polisi, Ingin Jadi TNI
"Setelah pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Pihak puskesmas memberikan obat dan membawanya kembali ke Polsek," kata Anwar.
Namun, setelah beberapa saat, keluarga korban menjemput dan mengeluh bahwa perut Pandu sakit.
Keluarga korban menyatakan bahwa Pandu tidak mengalami pemukulan di Polsek, hanya luka di pelipis akibat jatuh.
"Dia sempat ditawarkan pijat, tetapi menolak dan ingin istirahat di kos," tambah kerabatnya.
Tidak lama kemudian, Pandu dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (9/3/2025).
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Banjir Lumpur Paralyze Pantura, Lalu Lintas Mengular Dua Kilometer
Tukin Fantastis Pegawai Pajak: Dari Rp5 Juta hingga Rp117 Juta per Bulan
Lakso, Mantan Penyidik KPK, Bongkar Desain KUHP Baru yang Mengamankan Koruptor
Ribuan Muslimah Serbu Kajian Awal Semester, Semangat Baru dari Masjid Ibn Khaldun Bogor