Puting Beliung Terjang Banjarnegara, 20 Bangunan Rusak Berat dan Dua Warga Trauma

- Kamis, 30 April 2026 | 23:30 WIB
Puting Beliung Terjang Banjarnegara, 20 Bangunan Rusak Berat dan Dua Warga Trauma

BANJARNEGARA Kamis sore itu, langit di atas Dusun Kalideres, Desa Wanayasa, masih cerah. Tak ada yang menyangka, dalam hitungan menit, semuanya berubah. Angin puting beliung datang tiba-tiba, menerjang permukiman warga dengan kekuatan yang sulit dibayangkan. Kejadiannya pada 30 April 2026.

Seorang warga sempat merekam momen itu dengan ponselnya. Dalam video amatir yang beredar, terlihat jelas bagaimana kengerian menyelimuti kampung. Atap-atap rumah beterbangan seperti mainan. Yang semula tenang, mendadak mencekam.

Akibat amukan angin itu, setidaknya 20 bangunan mengalami rusak berat. Paling parah? Bagian atap seng. Banyak yang terlepas dan tersapu angin kencang, entah ke mana. Bahkan, satu unit rumah kayu milik warga nyaris roboh. Untungnya, masih berdiri meski miring.

Warga langsung panik. Begitu angin mulai menghantam, mereka berhamburan keluar rumah. Ada yang berlari sambil membawa anak kecil, ada pula yang hanya sempat menyelamatkan diri. Material bangunan berjatuhan di mana-mana. Suasana benar-benar kacau.

Untungnya, tak ada korban jiwa. Namun begitu, dampak psikisnya tidak bisa dianggap remeh. Dua orang warga harus dilarikan ke puskesmas terdekat. Bukan karena luka fisik, melainkan trauma dan syok berat setelah kejadian itu. Mereka masih terbayang-bayang suara gemuruh dan atap yang beterbangan.

Di sisi lain, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hitungan kasar dari BPBD setempat. Tapi yang lebih penting sekarang, bagaimana warga bisa kembali pulih.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, sudah turun langsung ke lokasi. Ia mengatakan, petugas gabungan bersama warga mulai bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan.

“Petugas gabungan bersama warga mulai bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Saat ini, kita sedang berada di masa peralihan musim. Cuaca ekstrem, termasuk angin kencang dan puting beliung, masih mengintai. Jangan lengah, meski cuaca terlihat cerah dari pagi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar