Kantor Imigrasi Bogor Jadi Galeri Pemasaran Produk Warga Binaan Lapas

- Kamis, 05 Maret 2026 | 15:10 WIB
Kantor Imigrasi Bogor Jadi Galeri Pemasaran Produk Warga Binaan Lapas

Ruangan tunggu di Kantor Imigrasi Bogor kini berubah total. Dulu mungkin terasa formal dan membosankan, sekarang justru mirip galeri seni. Yang dipajang? Beragam karya dari tangan-tangan terampil warga binaan lembaga pemasyarakatan. Dari sudut ke sudut, ruang itu dihias produk mereka, menawarkan pemandangan yang sama sekali berbeda bagi para pengunjung yang mengantri.

Ini bukan sekadar hiasan. Menurut Menteri Imipas, Agus Andrianto, langkah ini sengaja diambil sebagai etalase. Tujuannya jelas: mendongkrak pemasaran. Dengan memajangnya di tempat umum seperti ini, produk-produk buatan narapidana diharapkan makin dikenal dan akhirnya menemukan pembelinya.

"Warga Binaan di semua Lapas dan Rutan itu ada BLK, Balai Latihan Kerja. Produknya macam-macam, hanya memang kelemahannya adalah pemasaran," ujar Menteri Agus.

Rabu lalu, Menteri Agus datang untuk mengecek pelayanan sekaligus meresmikan secara langsung Galeri Warga Binaan itu. Ia menegaskan, balai latihan kerja di dalam lapas sejatinya adalah sarana vital. Tempat itu membangun kemandirian, mengasah keterampilan, sekaligus menanamkan etos kerja dan disiplin. Pada akhirnya, semua ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia.

Produk yang dihasilkan ternyata sangat beragam. Mulai dari kerajinan tangan, kaos sablon, aneka makanan, sampai material bangunan seperti paving block. Sayangnya, pemasarannya sering mentok. Karena itulah, Menteri Agus mendorong sinergi lebih kuat antara Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Memang sudah ada yang bisa ekspor, sebagian masih (untuk) kebutuhan lokal. Saya minta kepada teman-teman di seluruh kantor Imigrasi, menyiapkan lounge yang memasarkan produk yang dihasilkan oleh Warga Binaan, termasuk yang ada di bandara," imbuhnya.

Harapannya, langkah strategis ini bisa membuka akses pasar lebih lebar khususnya bagi para pengguna layanan keimigrasian yang jumlahnya tidak sedikit. Soal kualitas, Menteri Agus meyakini produk-produk ini sudah layak jual dan memenuhi standar.

Di sisi lain, penguatan BLK dan pemasaran ini adalah bagian dari strategi besar pembinaan berbasis usaha produktif. Ia ingin para warga binaan punya bekal nyata saat kembali ke masyarakat.

"Mudah-mudahan nanti akan terus bisa dikembangkan, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk etos kerja dan pada saat mereka kembali ke masyarakat, mereka tidak malas dan siap bekerja apapun," tutur Menteri Agus.

Ia bahkan optimis melihat semangat mereka. "Sekarang dapat premi saja, mereka mau kerja. Apalagi nanti kalau mereka sudah kerja di luar, yang tentunya disesuaikan dengan UMR. Pasti mereka akan lebih rajin," harapnya.

Jadi, lain kali Anda mengurus dokumen di Imigrasi Bogor, sempatkanlah melihat sekeliling. Barang yang Anda lihat bukan hanya pajangan, tapi sebuah langkah baru memberi harapan dan peluang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar