Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara soal kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia mendesak agar persidangan berlangsung jujur dan terbuka. Keadilan, kata dia, harus benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat lewat proses hukum yang akuntabel.
"Keadilan harus hadir secara nyata di tengah masyarakat," tegas Gibran dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, proses hukum harus berjalan jujur, terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah disebut punya komitmen kuat untuk memperkuat sistem peradilan. Tujuannya jelas: agar sistem hukum makin adil dan dipercaya publik. Nah, salah satu langkah konkretnya adalah dengan melibatkan kalangan profesional sebagai hakim ad hoc dalam persidangan kasus Andrie Yunus ini.
"Pelibatan langsung mereka yang punya rekam jejak dan integritas kuat itu penting," jelas Gibran.
Ia menambahkan, hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus marwah hukum itu sendiri. Intinya, masyarakat tidak cuma ingin keadilan ditegakkan, tapi juga diyakini.
Artikel Terkait
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat
Pelatih PSM Akui Laga Kontra PSIM di Yogyakarta Akan Berat dan Sulit
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Peran Pakistan dalam Gencatan Senjata AS-Iran
KPK Periksa 10 Saksi Kasus Suap Bupati Rejang Lebong di Kantor BPKP Bengkulu