Sinergi semacam ini, antara kejaksaan dan pemerintah daerah, memang jadi kunci. Kolaborasi itu tak cuma membangun gedung, tapi juga diharapkan menguatkan fondasi penegakan hukum di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kajati Sulsel menyampaikan sejumlah poin penting. Prioritasnya antara lain peningkatan pelayanan publik dan penanganan perkara korupsi. Tapi dia juga menekankan hal yang lebih mendasar: integritas.
Dia mengingatkan seluruh jajaran untuk selalu profesional. Menjauhi segala tindakan yang bisa mencoreng nama institusi, atau diri sendiri.
“Jadilah jaksa atau pegawai yang humanis, sombere (ramah), dan bijaklah dalam menggunakan media sosial,”
pesan Didik Farkhan tegas. Nasihat yang terdengar sederhana, tapi relevan di tengah arus informasi sekarang.
Kunjungan kerja itu pun tak cuma seremonial belaka. Ada sesi dialog terbuka dimana Kajati menyimak langsung keluh kesah dan kendala yang dihadapi staf Kejari Barru. Curhatan itu diharapkan jadi bahan evaluasi berharga untuk perbaikan ke depan.
Pada akhirnya, peresmian mess pegawai ini lebih dari sekadar tambahan aset fisik. Ia adalah simbol komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan, yang pada gilirannya diharapkan berimbas pada kinerja dan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat Barru.
Artikel Terkait
Jadwal Musda Golkar Sulsel Tunggu Kepastian dari Pusat
Karcis Parkir Tak Sesuai Picu Pengeroyokan Juru Parkir di Makassar
Proyek Wisata Green Topejawa Mangkrak, Aktivis Desak Audit Total
Barcelona Tumbang 0-2 dari Atletico Madrid di Leg Pertama Perempat Final