Malam itu, Camp Nou tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Barcelona, yang berharap modal kuat di kandang, justru tumbang dengan skor telak 0-2 dari Atletico Madrid dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis dini hari tadi. Langkah mereka ke semifinal kini terasa sangat berat.
Pertandingan langsung panas. Kedua tim saling serang, tempo tinggi sejak peluit awal. Barcelona berusaha mendikte permainan, tapi Atletico Madrid tak goyah. Mereka disiplin, rapat, dan efektif meredam setiap gelombang serangan dari tuan rumah.
Namun begitu, situasi berubah drastis jelang turun minum.
Di menit ke-44, insiden kontroversial terjadi. Pau Cubarsi diusir wasit dengan kartu merah langsung setelah menjatuhkan Giuliano Simeone. Keputusan itu baru diambil setelah wasit bolak-balik melihat monitor VAR. Suara protes pecah di tribun, tapi segalanya sudah terlambat.
Bermain dengan sepuluh pemain, Barcelona langsung goyah. Dan Atletico, seperti tim yang sudah menunggu momen ini, langsung menghajar.
Hanya satu menit setelah kartu merah, Julian Alvarez dengan tenang menceploskan bola ke gawang Barcelona. Gol itu seakan membekukan 90 ribu lebih penonton di Camp Nou. 1-0 untuk Atletico bertahan hingga babak pertama usai.
Babak kedua, Barcelona mencoba bangkit. Hansi Flick mengubah strategi, mendorong anak asuhnya untuk lebih agresif meski jumlah pemain tak seimbang. Beberapa peluang tercipta, terutama lewaat duet Lamine Yamal dan Robert Lewandowski. Tapi lini belakang Atletico terlalu solid. Setiap percikan serangan dengan mudah dipadamkan.
Alih-alih mengejar, Barcelona malah kebobolan lagi.
Menit ke-70, Atletico menghajar lewat serangan balik kilat. Matteo Ruggeri mengirim umpan matang dari sayap, dan Alexander Sorloth dengan sempurna menyudahinya. 2-0. Stadion hening, kecuali dari sudut kecil pendukung tamu yang merayakan.
Sisa waktu tak banyak mengubah keadaan. Peluit panjang akhirnya menegaskan kekalahan pahit bagi Blaugrana.
Kini, tugas di leg kedua hampir mustahil. Barcelona harus menang dengan selisih minimal tiga gol saat bertandang ke Metropolitano pekan depan. Mimpi semifinal masih ada, tapi jalannya kini sangat terjal.
Artikel Terkait
Menteri Pertanian Puji Kualitas Bibit Kelapa dan Kakao di Konawe Selatan, Targetkan 3 Juta Lapangan Kerja Baru
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.096 per Dolar AS, Daya Beli di Dalam Negeri Tak Sebanding dengan Beban Utang Luar Negeri
BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Fiskal-Moneter untuk Stabilkan Rupiah di Tengah Tekanan Dolar AS
DPR Pimpin Rapat Koordinasi Fiskal-Moneter dengan Pemerintah dan BI untuk Evaluasi Ekonomi Nasional