Di tengah wacana penerapan work from home bagi ASN, suara kritis datang dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia mengakui, kebijakan WFH satu hari dalam seminggu memang punya satu sisi positif: penghematan BBM untuk para pegawai. Tapi, menurutnya, dampak buruknya jauh lebih besar.
"Artinya ada efektifnya, yaitu penghematan bahan bakar bagi pegawai," ujar JK kepada para wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu lalu.
Namun begitu, kalimat selanjutnya ia sampaikan dengan nada tegas. "Tetapi efeknya mereka tidak kerja. Itu layanan pemerintah itu besar sekali."
Kekhawatirannya jelas: layanan publik bisa terganggu. Pegawai malah jadi malas bekerja. Dan itu baru permulaan. Menurut sejumlah analis, dampaknya bisa merembet ke mana-mana.
JK lalu mengingatkan soal sektor riil. Bayangkan jika pola ini ditiru oleh kalangan pengusaha dan pekerja di sektor produksi. Hasilnya bisa diprediksi.
Artikel Terkait
Justin Hubner Tak Tahu Soal Polemik Paspor yang Seret Rekan Setimnasnya
Bareskrim Sita 6 Kg Emas dan Rp1,4 Miliar dalam Pengembangan Kasus Pencucian Uang Tambang Ilegal
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Angka Kematian Kecelakaan Turun Drastis 31%
Polisi Buru Dua Penjambret Berpengalaman di Jelambar, Aksi Terekam CCTV