Donald Trump Minta Pengampunan untuk Netanyahu: Dukungan Penuh di Tengah Kasus Korupsi

- Kamis, 13 November 2025 | 15:40 WIB
Donald Trump Minta Pengampunan untuk Netanyahu: Dukungan Penuh di Tengah Kasus Korupsi
Donald Trump Minta Pengampunan untuk Benjamin Netanyahu dari Kasus Korupsi

Donald Trump Desak Pengampunan untuk Benjamin Netanyahu dari Tuduhan Korupsi

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengirim surat kepada Presiden Israel, Isaac Herzog. Isi surat tersebut adalah permintaan agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diampuni dari seluruh dakwaan korupsi yang menjeratnya.

Kantor Presiden Herzog membagikan surat tersebut pada Rabu, 12 November 2025. Dalam suratnya, Trump menggambarkan Netanyahu sebagai pemimpin yang tangguh dan tegas yang telah memimpin Israel di masa perang. Trump menyebut kasus yang dihadapi Netanyahu sebagai hal yang "tidak dapat dibenarkan" dan meminta Herzog untuk memberikan pengampunan penuh.

Isi Permintaan Trump untuk Netanyahu

Trump menulis, "Saat Israel dan orang-orang Yahudi yang luar biasa melewati masa-masa sulit yang mengerikan selama tiga tahun terakhir, saya dengan ini meminta Anda untuk sepenuhnya mengampuni Benjamin Netanyahu."

Mantan presiden AS itu juga menyoroti upaya Netanyahu dalam membawa Israel menuju perdamaian, termasuk upaya memperluas Perjanjian Abraham Accords ke lebih banyak negara. Trump menegaskan bahwa Netanyahu telah menjadi sekutu yang berjuang bersamanya dalam menghadapi Iran dan kelompok Hamas.

Trump menutup permintaannya dengan pernyataan, "Sekarang kita telah mencapai keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mampu mengendalikan Hamas, inilah saatnya membiarkan Bibi menyatukan Israel dengan memaafkan dia dan mengakhiri kasus itu untuk selamanya."

Ringkasan Kasus Korupsi Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu saat ini masih berada dalam proses persidangan di Pengadilan Distrik Yerusalem. Ia menghadapi serangkaian tuduhan kriminal yang terbagi dalam tiga kasus terpisah, dikenal sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000.

Tuduhan Paling Serius yang Dihadapi Netanyahu

  • Penerimaan Hadiah Ilegal: Netanyahu dan istrinya dituduh menerima hadiah mewah bernilai ratusan ribu dolar dari pengusaha kaya. Hadiah ini diduga diberikan sebagai imbalan atas bantuan politik atau kebijakan.
  • Kesepakatan dengan Media: Mantan PM ini juga dituduh melakukan upaya untuk memanipulasi pemberitaan di dua outlet media besar Israel agar memberikan liputan yang menguntungkan dirinya dan keluarganya.

Status Terkini Persidangan Netanyahu

  • Persidangan untuk kasus-kasus ini telah berjalan sejak Mei 2020.
  • Netanyahu secara konsisten membantah semua tuduhan dan menyatakan bahwa kasus ini adalah bentuk konspirasi politik untuk menjatuhkannya.
  • Jika akhirnya dinyatakan bersalah, Netanyahu menghadapi ancaman hukuman penjara, dengan tuduhan penyuapan sebagai dakwaan terberat.

Menanggapi permintaan Trump, kantor Presiden Herzog menegaskan bahwa setiap permohonan pengampunan presiden harus diajukan secara resmi melalui prosedur yang telah ditetapkan, dan tidak dapat diproses berdasarkan permintaan dari pihak luar.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar