MURIANETWORK.COM - Arus mudik menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 mencatat volume yang signifikan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Jasa Marga, sebanyak 537.181 kendaraan tercatat meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama dalam periode tertentu. Lonjakan arus lalu lintas ini terutama terjadi menuju arah timur, mencakup Trans Jawa dan Bandung.
Distribusi Arus Mudik dan Lonjakan Lalu Lintas
Analisis distribusi arus menunjukkan pola perjalanan yang menarik. Mayoritas kendaraan, yakni 255.591 unit atau 47,6 persen, bergerak menuju arah timur (Trans Jawa dan Bandung). Sementara itu, 152.393 kendaraan (28,4 persen) menuju arah barat (Merak), dan 129.197 kendaraan (24,0 persen) memilih rute ke selatan (Puncak.
Lonjakan signifikan terlihat pada gerbang tol yang mengarah ke timur. Arus melalui GT Cikampek Utama (menuju Trans Jawa) mencapai 119.532 kendaraan, naik 31,37 persen dari kondisi normal. Sementara itu, arus melalui GT Kalihurip Utama (menuju Bandung) tercatat 136.059 kendaraan, mengalami kenaikan sebesar 26,40 persen.
Peningkatan Signifikan Sejak H-2
Peningkatan arus sebenarnya telah terpantau sejak dua hari sebelum puncak liburan. Pada H-2, lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama sudah mencapai 158.246 kendaraan, atau meningkat 18,41 persen dibandingkan arus normal.
Rivan Achmad Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, memberikan konteks lebih lanjut mengenai tren ini.
"Pada H-2 Libur Tahun Baru Imlek 2026, lalu lintas meninggalkan Jabotabek di empat GT Utama masih mengalami peningkatan, tercatat 158.246 kendaraan atau meningkat 18,41 persen dari lalin normal," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan tajam khususnya terjadi di gerbang tol yang mengarah ke Jawa Tengah dan Timur. Arus melalui GT Cikampek Utama naik 26,99 persen, sementara GT Kalihurip Utama mencatat kenaikan hingga 36,7 persen pada hari yang sama.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Menghadapi kepadatan yang diprediksi masih akan berlanjut, manajemen Jasa Marga mengeluarkan sejumlah imbauan penting kepada para pemudik. Masyarakat didorong untuk merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk memilih waktu yang tepat untuk menghindari titik-titik rawan kemacetan.
"Kami senantiasa berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, lancar, dan berkeselamatan kepada seluruh pengguna jalan," tegas Rivan dalam keterangan resminya pada Senin (16/2/2026).
Ia juga mengimbau agar pengendara memanfaatkan informasi lalu lintas terkini yang disediakan secara real-time, termasuk melalui aplikasi pendukung. Persiapan kendaraan dan fisik pengemudi menjadi hal krusial. Sebelum memasuki jalan tol, pastikan kondisi kendaraan prima, BBM dan saldo uang elektronik mencukupi, serta siap memanfaatkan waktu istirahat di rest area. Kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas di lapangan juga ditekankan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan bersama.
Artikel Terkait
Tembok SMP di Kalibata Roboh, Diduga Akibat Kelalaian Perawatan
Anggota DPR Desak Pemerintah Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Israel Kerahkan Pasukan Besar di Al-Aqsa, Palestina Sebut Akan Ada Pembatasan Ketat
Imlek 2026 Jatuh 17 Februari, Ini Makna dan Pilihan Ucapan untuk Rekan Kerja