Strategi Ekonomi Prabowo: Targetkan Pertumbuhan 8% dengan Hilirisasi dan Deregulasi

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 13:05 WIB
Strategi Ekonomi Prabowo: Targetkan Pertumbuhan 8% dengan Hilirisasi dan Deregulasi

Strategi Ekonomi Prabowo: Targetkan Pertumbuhan 8% dengan Hilirisasi dan Deregulasi

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyampaikan strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia di hadapan delegasi Rusia dari Russian Presidential Academy of National Economy and Public Administration (RANEPA) dan Universitas Bakrie. Pertemuan ini membahas dinamika geopolitik Indonesia dan hubungannya dengan Rusia.

Target Pertumbuhan Ekonomi 8% di Bawah Kepemimpinan Prabowo

Eddy Soeparno mengungkapkan target ambisius pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%. Fokus utama adalah penguatan industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di berbagai sektor.

Tantangan Sektor Industri dan Strategi Penanganannya

Meskipun menargetkan pertumbuhan tinggi, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam sektor industri manufaktur. Kontribusi industri terhadap PDB turun dari 32% di awal 1990-an menjadi sekitar 18% saat ini. Penurunan ini disebabkan oleh:

  • Masuknya produk murah dari Tiongkok
  • Pergeseran pelaku usaha ke sektor perdagangan
  • Ketergantungan pada ekspor komoditas mentah seperti batubara, kelapa sawit, dan nikel

Dampak pada Tenaga Kerja dan Solusi Jangka Panjang

Kondisi ini berdampak langsung pada tingkat pengangguran muda dan dominannya tenaga kerja di sektor informal. Dari 145 juta tenaga kerja Indonesia, sekitar 60% bekerja di sektor informal. Untuk mengatasi ini, pemerintah berkomitmen melakukan:

  • Reformasi kebijakan dan deregulasi
  • Penyederhanaan perizinan dan pemangkasan birokrasi
  • Penguatan iklim investasi yang kompetitif

Inisiatif Strategis untuk Meningkatkan Daya Saing

Eddy menekankan pentingnya konsistensi kebijakan dan koordinasi antar lembaga. Beberapa inisiatif strategis yang sedang dijalankan meliputi:

  • Implementasi Perpres No.109 tentang Waste to Energy
  • Perubahan klasifikasi KBLI karbon untuk perdagangan karbon internasional
  • Pengembangan energi terbarukan melalui mekanisme kredit karbon

Deregulasi sebagai Kunci Daya Saing Nasional

Dalam penutupannya, Eddy menegaskan bahwa kemudahan berinvestasi menjadi faktor penentu daya saing Indonesia di kawasan ASEAN. Deregulasi diharapkan dapat mencegah perpindahan investor ke negara tetangga seperti Vietnam atau Thailand, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar