Ekonomi Syariah Tumbuh 6,2%, Lampaui Pertumbuhan Nasional

- Selasa, 17 Februari 2026 | 06:00 WIB
Ekonomi Syariah Tumbuh 6,2%, Lampaui Pertumbuhan Nasional

MURIANETWORK.COM - Sektor ekonomi dan keuangan syariah Indonesia kembali menunjukkan ketahanannya di tengah gejolak ekonomi global. Berdasarkan data terbaru, rantai nilai halal (Halal Value Chain/HVC) tumbuh lebih cepat dari ekonomi nasional, didorong oleh kinerja kuat industri makanan halal, pariwisata ramah muslim, dan fashion modest. Pertumbuhan ini sekaligus memperkuat kontribusi sektor syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Pertumbuhan yang Melampaui Ekonomi Nasional

Dalam paparannya pada peluncuran Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2025, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan capaian positif tersebut. Ia menyebutkan, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mencapai 5,11 persen pada 2025, sektor HVC justru mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yaitu 6,2 persen.

Kontribusinya terhadap PDB pun meningkat signifikan, dari 25,45 persen di tahun 2024 menjadi 27 persen di 2025. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari semakin mengakarnya aktivitas ekonomi berbasis syariah dalam struktur perekonomian tanah air.

Dukungan dari Sektor Pembiayaan dan Inovasi Keuangan

Di sisi keuangan, geliat serupa juga terlihat. Pembiayaan perbankan syariah tercatat tumbuh 9,66 persen hingga akhir 2025. Pertumbuhan ini turut didukung oleh kebijakan insentif dari otoritas, termasuk realisasi Bulan Pembiayaan Syariah 2025 yang melampaui target dengan capaian Rp939 miliar.

Destry Damayanti menekankan pentingnya capaian ini bagi stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

"Capaian ini menunjukkan daya tahan dan kontribusi nyata sektor syariah terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar