Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi: Foto Terlalu Tajam untuk Era 80-an

- Selasa, 16 Desember 2025 | 17:40 WIB
Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi: Foto Terlalu Tajam untuk Era 80-an
Analisis Ijazah Jokowi oleh Roy Suryo

Roy Suryo Soroti Ijazah Jokowi di Polda Metro: "Sangat Ragu Itu Usianya Sudah 40 Tahun"

Dalam gelar perkara khusus Senin lalu, pakar telematika itu membeberkan sejumlah kejanggalan yang ia temukan. Simak poin-poinnya.

Suasana di Polda Metro Jaya, Senin (15/12/2025), cukup tegang. Roy Suryo, yang hadir dalam gelar perkara khusus, akhirnya diberi kesempatan melihat langsung ijazah asli Presiden Joko Widodo. Setelah memeriksanya, ia langsung menyampaikan keraguannya. Bukan cuma satu, tapi ada beberapa hal yang menurutnya "tidak lazim".

Pertama-tama, matanya tertuju pada pasfoto. Roy dengan tegas meragukan bahwa foto di dokumen itu dicetak pada era 80-an. Menurutnya, kualitas cetaknya terlalu bagus untuk ukuran zaman dulu.

"Saya dengan lantang dan tegas mengatakan, saya sangat ragu," ujar Roy.

"Terlalu tajam, terlalu baru barang itu sebagai foto yang dicetak dengan kertas foto pada tahun 1980-an."

Ia menduga, kertas dan tinta yang digunakan tidak sesuai dengan periode kelulusan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985.

Lima Poin Kejanggalan

Roy merinci temuannya menjadi lima poin utama. Selain soal foto, ia melihat ada garis di bagian kiri ijazah yang menurutnya aneh. "Itu mungkin hasil dari re-printing atau print baru," katanya.

Lalu, warna logo UGM. Setelah membandingkan dengan ijazah lulusan UGM lain, Roy menyebut logo di ijazah Jokowi warnanya tidak emas seperti seharusnya. Yang lebih mencurigakan, tintanya sama sekali tidak memudar atau "mbleber" istilah yang ia pakai untuk menggambarkan tinta lama yang biasanya pecah atau melebar.

Kejanggalan keempat menyangkut watermark dan emboss. Roy bilang, watermark-nya berbeda. Emboss-nya pun diduga hanya citra, bukan cetak timbul asli.

Terakhir, urutan cetaknya. Menurut pengamatannya, ijazah UGM umumnya dicetak dengan urutan tulisan dulu, baru logo. Namun pada ijazah yang ia periksa, prosesnya terbalik: logo dulu, baru tulisan.

"Yang jelas, pada ijazah yang ditunjukkan tadi, tetap berbeda dengan contoh atau perbandingan ijazah lainnya," tegasnya.

Dengan semua temuan itu, keyakinan Roy semakin kuat. Ia kembali menegaskan kesimpulan yang pernah ia sampaikan sebelumnya.

"Hasil dari kami tentang 99,9 persen palsu itu tidak berubah," tandas Roy Suryo usai acara.

Pernyataan itu ia lontarkan di depan para wartawan yang sudah menunggu di luar Polda Metro Jaya. Suaranya tegas, tanpa keraguan.

"Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi yang disampaikan dalam gelar perkara khusus.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar