MURIANETWORK.COM - Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan truk kontainer dan mobil keluarga terjadi di Karawang, Jawa Barat, Minggu (15/2) malam. Truk bermuatan minyak gorek itu terguling di sebuah turunan sempit di Jalan Irigasi Bendasari, Desa Kondangjaya, dan menimpa sedan Toyota Corolla. Akibat insiden tragis ini, tiga orang tewas di tempat dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini memicu evaluasi keselamatan jalan dan respons cepat dari pemerintah daerah.
Kronologi Tergulingnya Truk Kontainer
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, insiden berawal ketika sopir truk kontainer memaksa masuk ke Jalan Irigasi Bendasari yang sebenarnya bukan peruntukan bagi kendaraan sebesar itu. Medan jalan yang sempit dan curam membuat kendaraan kehilangan kendali hingga akhirnya terguling dan menimpa mobil sedan yang sedang melintas.
“Tiga orang meninggal dunia dan tiga orang luka ringan,” ungkap Sudiryanto saat dikonfirmasi, Senin (16/2).
Ia menambahkan detail penyebab kecelakaan tersebut. “Ada warga (pak ogah) yang mengarahkan, walaupun sebenarnya jalan ini adalah jalan kabupaten yang bukan peruntukan untuk kendaraan kontainer. Kemudian terjadilah terguling karena jalannya sempit, tidak cukup untuk kendaraan besar,” beber Sudiryanto.
Peringatan Warga yang Tidak Diacuhkan
Kesaksian dari warga setempat, yang akrab disapa “pak ogah”, mengungkap bahwa sopir truk telah diperingatkan tentang risiko yang akan dihadapi. Menurut Rio, warga yang menjadi saksi, sopir bahkan telah melakukan survei sejak sore hari namun tetap bersikeras untuk melintas.
“Dari jam 3 sopir sudah survei lintasan ini, dia nyanggupin, padahal kita bilang nggak akan bisa. Masuknya lewat Lamaran Johar,” kata dia.
Rio menjelaskan bahwa jalan tersebut hanya lazim digunakan oleh sepeda motor atau kendaraan ringan. Saat truk sudah terlanjur masuk dan sulit untuk mundur, situasi pun menjadi kacau. “Kagok geus asup a, dipundurken deui teh hese, (tanggung sudah masuk, mobil mau dimundurkan susah), mau nggak mau terpaksa dimajuin, disuruh ngambil kanan, sopir malah kiri terus,” jelasnya.
“Itu sebelum keguling sempet nabrak colt diesel langsung nabrak pembatas jalan, keguling, pas rame langsung abdi (saya) laporan ke Polres,” tambah Rio.
Kisah Pilu Korban Selamat
Duka mendalam dirasakan oleh Sifaul Iiiati Nur Alawiyah (19), satu dari tiga korban selamat. Dalam insiden itu, ia kehilangan ayah, ibu, dan adiknya. Keluarga mereka baru saja pulang dari makan bersama ketika truk kontainer tiba-tiba terguling dan menimpa mobil mereka.
“Bapak saya udah, udah enggak bisa ngehindar lagi, di situ kita panik. Udah teriak-teriak di situ. Mama! Mama!” ujar Sifa terisak menahan tangisnya.
Dalam kepanikan, Sifa berusaha menyelamatkan diri. Namun, pintu mobil yang bengkok membuatnya harus mencari jalan lain keluar. “Saya tarik-tarik enggak bisa. Pintunya sudah enggak bisa dibuka,” katanya lirih, mengenang upayanya keluar melalui kaca yang pecah.
Respons dan Janji Bupati Karawang
Merespons tragedi ini, Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengambil langkah konkret. Ia menyatakan akan menutup permanen akses jalan turunan yang menjadi lokasi kejadian dan membangun jalan alternatif khusus untuk kendaraan roda dua.
“Insyaallah kita kerjakan di tahun sekarang juga. Jadi harapan kami ya tentunya masyarakat juga jangan misalkan ini ditutup, kenapa begini-begini, ya sudah lah. Muter sedikit pun gak ada masalah ya. Yang penting semuanya juga selamat,” tambah Aep.
Tak hanya itu, Bupati juga berkomitmen untuk membantu masa depan Sifa sebagai korban selamat dan tulang punggung keluarga yang tersisa. “Saya akan masukkan coba keinginannya ingin masuk kerja, insyaallah kita akan berikan tempat pekerjaan yang lebih baik. Ya, minimal jadi ada penopang untuk keluarga,” katanya.
Penutupan Akses oleh Dinas Perhubungan
Selaras dengan arahan Bupati, Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang juga akan segera menutup akses jalan tersebut secara permanen. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa depan.
“Akses jalan dari Jalan Baru ke bawah dan dari bawah ke Jalan Baru akan kami tutup permanen sesuai arahan Satlantas Polres Karawang,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Karawang Muhana, Senin (16/2).
Penutupan bertujuan membatasi akses kendaraan besar di jalur yang berisiko tinggi. “Untuk yang kontainer masih mengeluarkan muatannya dulu sebelum evakuasi,” jelasnya mengenai proses evakuasi di lokasi kejadian.
Artikel Terkait
Imlek 2026 Jatuh 17 Februari, Ini Makna dan Pilihan Ucapan untuk Rekan Kerja
Babak Kelima Piala FA 2025/26 Sajikan Duel Sengit Newcastle vs Man City
Mayat dalam Koper Ditemukan di Rumah Kosong di Brebes
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta pada Selasa Pagi