Di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam lalu, suasana rapat pleno PBNU terasa tegang. Dari situ, muncul satu nama: KH Zulfa Mustofa. Dia ditunjuk jadi Penjabat Ketua Umum. Langsung saja, tanggapan sang kiai pun mencuri perhatian.
“Saya tidak ingin jadi bagian dari konflik masa lalu,” ujar Kiai Zulfa tegas, tak lama setelah penetapan itu resmi.
Dia melanjutkan, “Saya ingin jadi solusi bagi Jam’iyah ini untuk masa depan.”
Pernyataannya itu seperti angin segar. Banyak yang menangkapnya sebagai sinyal rekonsiliasi, upaya melangkah ke depan tanpa terbebani perselisihan lama. Bagi Zulfa sendiri, amanah ini bukan perkara mudah. Dia mengakuinya dengan lugas.
“Ini kehormatan, ya. Tapi jangan salah, tanggung jawabnya juga besar sekali. Bukan cuma buat saya, tapi buat kita semua,” katanya, menyiratkan beban yang dipikulnya.
Artikel Terkait
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali