MURIANETWORK.COM - Umat Buddha di Banda Aceh menggelar kebaktian untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Vihara Buddha Syakyamuni, Senin (16/2) malam. Perayaan yang penuh khidmat ini tidak hanya berisi doa untuk keberkahan pribadi, namun juga mengedepankan harapan universal untuk keselamatan seluruh masyarakat Aceh, termasuk mereka yang terdampak bencana.
Doa Universal di Tengah Perayaan Imlek
Malam itu, Vihara Buddha Syakyamuni dipenuhi oleh umat yang berkumpul untuk melaksanakan ibadah menyambut tahun baru. Suasana khidmat terasa jelas, diwarnai oleh harapan baru dan refleksi. Ritual keagamaan yang dilaksanakan lebih dari sekadar tradisi tahunan; ia menjadi momen untuk merenung dan memanjatkan harapan yang lebih luas, melampaui batas komunitas sendiri.
Dalam kebaktian tersebut, doa-doa yang dipanjatkan memiliki cakupan yang sangat inklusif. Fokusnya tidak semata-mata pada permohonan keberuntungan atau kesuksesan individu di tahun yang akan datang. Terdapat perhatian khusus yang tulus untuk keselamatan dan kedamaian seluruh masyarakat di provinsi Aceh, tanpa memandang latar belakang keyakinan.
Harapan untuk Korban Bencana dan Seluruh Umat Beragama
Nuansa kepedulian sosial ini semakin ditekankan dengan doa khusus bagi para korban bencana. Aceh, yang memiliki sejarah panjang dengan berbagai musibah alam, menjadikan momen spiritual seperti ini sebagai pengingat akan pentingnya solidaritas dan ketahanan bersama. Doa bersama menjadi simbol pengharapan agar tahun baru membawa ketabahan dan pemulihan bagi mereka yang sedang berjuang.
Seorang pengurus vihara yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan esensi dari kebaktian malam itu. "Dalam kebaktian tersebut, umat tidak hanya memanjatkan doa untuk kebahagiaan dan keberkahan pribadi, tetapi juga secara khusus mendoakan keselamatan seluruh umat beragama di Aceh, termasuk para korban bencana," tuturnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa perayaan Imlek di Banda Aceh dirayakan dengan semangat kebersamaan yang mendalam. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana sebuah tradisi keagamaan dapat menjadi jembatan untuk menguatkan empati dan kepedulian sosial lintas komunitas, menciptakan harmoni di tengah keberagaman.
Artikel Terkait
Imlek 2026 Jatuh 17 Februari, Ini Makna dan Pilihan Ucapan untuk Rekan Kerja
Babak Kelima Piala FA 2025/26 Sajikan Duel Sengit Newcastle vs Man City
Mayat dalam Koper Ditemukan di Rumah Kosong di Brebes
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta pada Selasa Pagi