Harga emas batangan Antam lagi-lagi bikin mata terbelalak. Kamis pagi, 9 April 2026, logam mulia itu tercatat melesat ke level Rp2.850.000 per gram. Data resmi dari Logam Mulia yang diverifikasi hingga pukul 08:35 WIB itu menegaskan tren kenaikan yang cukup signifikan.
Bagi para investor, angka ini jelas menarik perhatian. Tapi yang juga patut dicermati, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam sendiri tak kalah kompetitif. Mereka bersedia membeli kembali emas batangan itu di angka Rp2.900.000 per gram. Selisih yang tipis ini, menurut pengamat, memberi ruang bagi pemilik emas yang butuh dana cepat.
Rincian Lengkap Harga
Nah, buat kamu yang penasaran dengan detail harganya berdasarkan ukuran, berikut rinciannya per 9 April 2026:
| Ukuran Emas | Harga (Rupiah) |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.475.000 |
| 1 gram | Rp2.850.000 |
| 5 gram | Rp14.025.000 |
| 10 gram | Rp27.945.000 |
| 100 gram | Rp278.120.000 |
Analisis Singkat:
Lonjakan hingga Rp2,85 juta per gram ini jelas mencerminkan satu hal: sentimen pasar yang lagi cari aman. Emas, seperti biasa, dianggap sebagai safe haven di tengah gejolak. Selisih harga jual dan beli yang kecil tadi itu bisa dibilang angin segar buat yang mau cairin aset dengan cepat.
Jangan Lupa Soal Pajak
Sebelum beli, ingat soal ketentuan pajaknya ya. Sesuai aturan di PMK No. 34/PMK.10/2017, ada PPh 22 yang harus dibayar. Besarannya 0,45% kalau punya NPWP, dan naik jadi 0,9% buat yang tidak punya. Nantinya, kamu akan dapat bukti potong PPh 22 sebagai dokumen resminya.
Transaksi jual-beli emas ini kan dinamis banget. Jadi, buat masyarakat yang berminat, saran sih pantau terus pergerakan harganya. Data harga di atas adalah yang resmi dirilis Logam Mulia Antam untuk wilayah Jakarta, tepatnya di unit usaha Pulo Gadung. Fluktuasi di pasar global bisa bikin angka-angkanya berubah sewaktu-waktu.
Artikel Terkait
Delegasi Jepang Apresiasi Program Keterampilan untuk Bekal Narapidana di Bapas Jakarta Barat
Uya Kuya Laporkan Akun Penyebar Hoaks Tuduhan Punya 750 Dapur MBG ke Polda
AHY Tegaskan Fondasi Indonesia di Masa Depan Ada pada Infrastruktur dan SDM Maritim
Ketua GPK Bantah Isu Pemecatan Massal di PPP, Sebut Hanya Penataan Biasa