Belum lagi infrastruktur di Iran sendiri yang memegang peran krusial dalam rantai pasok global. Artinya, selain kerusakan fisik dan korban jiwa yang memilukan, dampak politik internasionalnya akan kompleks. Iran akan sibuk membenahi negerinya sendiri.
“Tapi, bagi kita dan masyarakat dunia efeknya nanti kepada ekonomi kita, terutama dari sisi harga-harga dan ketersediaan supply beberapa barang-barang yang kita juga pakai, itu mungkin dampaknya tidak akan 1-2 bulan, ini akan lama,” kata Halim.
Di sisi lain, situasi di lapangan semakin panas. Kabar terbaru menyebut AS mengerahkan puluhan ribu pasukan darat ke Timur Tengah. Spekulasi pun beredar: AS berencana melumpuhkan titik-titik vital Iran sebelum mundur, agar Tehran tak bisa mengancam dalam satu dekade ke depan.
Halim berharap kabar itu tidak benar. Rencana semacam itu, menurutnya, hanya akan memicu dampak yang masif dan sulit dikendalikan. Iran jelas tidak akan tinggal diam.
“Kalau terjadi dampak ini akan masif nih, masif dalam pengertian tidak mungkin Iran diam saja dihantam bertubi-tubi,” paparnya.
Ia menambahkan, serangan Israel saat ini pun sudah semakin tak memilih sasaran. “Sekarang sudah setiap hari dihantam, terutama berbagai sasaran yang dipilih sudah tidak peduli lagi apakah itu ada unsur militernya atau unsur masyarakat sipilnya. Dia hantam saja dengan asumsi di situ ada sasaran yang ingin dicapai.”
Suasana mencekam, dan dunia hanya bisa menunggu sambil bersiap menghadapi gelombang guncangan yang mungkin datang.
Artikel Terkait
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat
Pelatih PSM Akui Laga Kontra PSIM di Yogyakarta Akan Berat dan Sulit