Kiai Ilyas punya kekhawatiran mendalam. Lambatnya penyelesaian perkara, menurut pengamatannya, bukan cuma soal waktu. Itu perlahan-lahan mengikis kepercayaan publik. Terutama kepercayaan pada institusi penegak hukum yang seharusnya jadi tumpuan.
Ia kemudian menyinggung peran pemerintah. Butuh keberanian, katanya, untuk membersihkan beban-beban sosial yang masih tertunda penyelesaiannya. Sorotan khusus ia arahkan pada kepemimpinan baru.
Tak lupa, pesan khusus ia sampaikan untuk aparat penegak hukum, Polri khususnya. Integritas, kata dia, adalah harga mati. Jangan sampai kepentingan sekejap mengaburkan tugas mulia menegakkan kebenaran.
Di akhir, nada Kiai Ilyas terdengar lebih lirih namun penuh makna. Istighotsah dan doa yang dipanjatkan ribuan orang itu, ia akui, adalah bentuk harapan terakhir. Sebuah munajat kolektif dari masyarakat yang masih percaya bahwa keadilan haruslah nyata.
Doa-doa itu melayang tinggi di langit Cirebon. Menunggu jawaban.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Jusuf Kalla Laporkan Lima Pihak ke Bareskrim Terkait Tudingan Pendanaan Kasus Ijazah Jokowi
Ritual Mattompang Arajang Warnai Peringatan Hari Jadi Bone ke-696
HUT Bone ke-696 Jadi Momentum Genjot Pembangunan Infrastruktur
Cooper Flagg Cetak 45 Poin, Bawa Mavericks Taklukkan Lakers di Laga Sengit