Kiai Ilyas Desak Penyelesaian Kasus KM 50 dan Vina dalam Istighotsah Kubro Cirebon

- Senin, 06 April 2026 | 11:00 WIB
Kiai Ilyas Desak Penyelesaian Kasus KM 50 dan Vina dalam Istighotsah Kubro Cirebon

Kiai Ilyas punya kekhawatiran mendalam. Lambatnya penyelesaian perkara, menurut pengamatannya, bukan cuma soal waktu. Itu perlahan-lahan mengikis kepercayaan publik. Terutama kepercayaan pada institusi penegak hukum yang seharusnya jadi tumpuan.

Ia kemudian menyinggung peran pemerintah. Butuh keberanian, katanya, untuk membersihkan beban-beban sosial yang masih tertunda penyelesaiannya. Sorotan khusus ia arahkan pada kepemimpinan baru.

Tak lupa, pesan khusus ia sampaikan untuk aparat penegak hukum, Polri khususnya. Integritas, kata dia, adalah harga mati. Jangan sampai kepentingan sekejap mengaburkan tugas mulia menegakkan kebenaran.

Di akhir, nada Kiai Ilyas terdengar lebih lirih namun penuh makna. Istighotsah dan doa yang dipanjatkan ribuan orang itu, ia akui, adalah bentuk harapan terakhir. Sebuah munajat kolektif dari masyarakat yang masih percaya bahwa keadilan haruslah nyata.

Doa-doa itu melayang tinggi di langit Cirebon. Menunggu jawaban.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar