Kasus suap ijon proyek di Rejang Lebong kembali berlanjut. Kali ini, KPK memanggil Intan Larasita, istri dari Bupati nonaktif setempat, Muhammad Fikri Thobari, untuk dimintai keterangan.
Pemeriksaan berlangsung hari ini, Senin (6 April 2026), di gedung KPK Kuningan. Menurut Jubir KPK Budi Prasetyo, pemanggilan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi suap yang melibatkan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong, Bengkulu.
"IL, mengurus rumah tangga," ucap Budi singkat saat dikonfirmasi mengenai pekerjaan sang saksi.
Soal materi pemeriksaan, KPK masih menutup rapat. Belum ada rincian lebih lanjut apa yang akan digali dari istri bupati tersebut.
Kasus ini sendiri sudah menjerat lima orang sebagai tersangka. Selain Fikri Thobari, nama-nama lain yang terlibat adalah Hary Eko Purnomo (Kadis PUPRPKP), serta tiga pihak swasta: Irsyad Satria Budiman (PT Statika Mitra Sarana), Edi Manggala (CV Manggala Utama), dan Youki Yusdiantoro (CV Alpagker Abadi).
Nilai suap yang diduga diterima Fikri cukup fantastis, mencapai Rp 1,7 miliar. Semuanya berawal dari rencana sejumlah proyek di awal tahun ini. Total anggarannya? Gak tanggung-tanggung, sekitar Rp 91,13 miliar untuk proyek di Dinas PUPRPKP setempat.
Menurut penjelasan Deputi KPK Asep Guntur Rahayu sebelumnya, suap ijon senilai Rp 980 juta itu diduga mengalir bertahap lewat perantara. Nilainya pun beda-beda untuk tiap pihak swasta.
Tak cuma itu. Ada lagi dugaan penerimaan lain oleh Fikri, sekitar Rp 775 juta. Asep menduga praktik seperti ini dilakukan berulang kali.
Kasus Fikri sendiri terbongkar saat dia ditangkap tim KPK dalam sebuah acara buka puasa bersama di sebuah restoran. Momen yang mestinya penuh berkah, justru berakhir di balik jeruji.
Artikel Terkait
TNI AU Buka Pendaftaran Bintara Gelombang Kedua hingga 20 Juni 2026
Pengemudi BYD Denza di Tangerang Ditilang Usai Modifikasi Pelat Nomor Mirip Kode Kendaraan Menteri
Daging Kurban Alot? Jangan Langsung Marinasi, Simpan Dulu 24 Jam di Kulkas
Ribuan Jemaah Salat Idul Adha di Al-Aqsa di Tengah Ketegangan dan Pelanggaran Gencatan Senjata