Sejak gol penyama kedudukan itu, laga jadi semakin terbuka. Kedua tim seperti kehilangan naluri bertahan, hanya fokus menyerang untuk mencari gol kemenangan. Sayangnya, baik PSM maupun Persis kurang jitu dalam penyelesaian akhir. Skor imbang pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Dua Cerita Berbeda di Klasemen
Hasil ini jelas punya dampak berbeda bagi kedua tim. Bagi PSM, ini adalah tren negatif yang terus berlanjut. Mereka lagi-lagi gagal meraih kemenangan. Situasi yang bikin was-was, mengingat persaingan di papan bawah BRI Super League makin sengit saja.
Sebaliknya, bagi Persis Solo, satu poin ini sangat berharga. Mereka telah menjalani delapan laga beruntun tanpa kekalahan di liga. Sebuah tren positif yang bisa jadi modal berharga untuk menjauhi zona merah.
Jika melihat pertemuan pertama musim ini, di mana PSM menang tipis 4-3, perubahan di kubu Persis sangat terasa. Mereka tampil jauh lebih solid dan terorganisir.
Perjuangan Masih Panjang
Pertandingan ini cuma secuil gambaran betapa ketatnya persaingan di liga. Setiap poin benar-benar diperebutkan mati-matian, terutama oleh tim-tim yang berjuang menghindari degradasi.
PSM Makassar harus segera menemukan formula kemenangan. Kalau tidak, mereka bisa makin terpuruk. Di sisi lain, Persis Solo punya momentum bagus. Tinggal bagaimana menjaga konsistensi itu di sisa pertandingan nanti.
Artikel Terkait
PSM Makassar Gagal Maksimalkan Kandang, Ditahan Imbang Persis Solo
Drama Injury Time, Dortmund Hancurkan Stuttgart 0-2
Polda Sumsel Kerahkan 2.671 Personel Amankan Ibadah Paskah
Real Madrid Tumbang Dramatis di Kandang Mallorca