Asap masih mengepul saat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tiba di lokasi kebakaran Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, Selasa (9/12) lalu. Wajahnya tampak suram, mencerminkan kepiluan atas musibah yang menewaskan puluhan orang itu.
"Sebagai Gubernur Jakarta saya sungguh sangat berduka,"
ucapnya, suara terdengar berat. Pernyataannya singkat, namun rasa sesal dan empati terasa jelas di udara yang masih berbau hangus.
Di tengah kepanikan yang masih tersisa, Pramono langsung memberikan kepastian. Pemerintah Provinsi DKI, tegasnya, akan menanggung semua biaya. Mulai dari pemakaman bagi mereka yang meninggal, hingga pengobatan bagi korban luka-luka. Harapannya satu: tragedi mengerikan seperti ini jangan sampai terulang lagi.
"Pemerintah DKI Jakarta akan bertanggung jawab untuk seluruh korban pemakaman yang meninggal dunia, berapa pun jumlahnya,"
tandas Pramono. Janji itu disampaikannya tanpa keraguan, langsung di depan puing dan kesedihan.
Berdasarkan data terakhir yang berhasil dikumpulkan, korban jiwa mencapai 22 orang. Semua jenazah telah dievakuasi dari gedung yang hangus itu dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Adegannya pilu, menyisakan duka bagi keluarga yang menunggu.
Lalu, apa pemicu kobaran api yang merenggut nyawa itu? Dari pemeriksaan sementara polisi, titik terang mulai muncul. Dugaan kuat mengarah pada baterai drone yang meledak di dalam gedung. Sebuah insiden teknis yang berakhir dengan konsekuensi tragis.
Artikel Terkait
Prakiraan Cuaca Sulsel 14 Juni: Cerah Berawan Dominan, Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Ringan
Qatar Curi Satu Poin Lewat Gol Injury Time, Imbangkan Swiss 1-1 di Laga Perdana Grup B Piala Dunia 2026
Kejagung Pastikan 21.801 Motor Listrik BGN Tetap Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis Meski Disidik Korupsi
Ana/Trias Bangkit dari Keterpurukan, Lolos ke Final Australian Open 2026