Dukungan moral juga datang dari pimpinan pondok. KH Sofyan Yahya, pengasuh Ponpes Darul Ma’arif, dalam ceramahnya membela Gus Yaqut dengan cukup keras. Menurutnya, tuduhan korupsi itu sulit diterima akal sehat. Sistem keuangan haji, katanya, sudah ketat dan terpisah dari anggaran pemerintah.
"Uang haji itu uang jemaah, bukan uang pemerintah. Kebijakan menteri tidak seharusnya dikriminalisasi," tegas KH Sofyan.
Ia pun berpesan kepada para kader yang hadir. "Saya berharap sahabat-sahabat Ansor menghadapi masalah ini dengan bermunajat kepada Allah, bukan dengan temperamental atau emosional."
Di sisi lain, acara yang penuh khidmah ini sekaligus jadi momen silaturahmi dan “munggahan” buat keluarga besar NU Jabar. Tradisi menyambut Ramadan dengan makan bersama dan doa ini terasa lebih bermakna tahun ini, dibalut rasa haru dan kekhawatiran.
Subhan Fahmi juga menyempatkan menyampaikan selamat datang Ramadan untuk seluruh muslim Indonesia. PW Ansor Jabar, katanya, sangat menghargai nasihat para kiai agar organisasi mereka tetap bergerak di jalur yang santun, mengedepankan doa di tengah gejolak.
Sementara itu, di meja hukum, perjuangan masih panjang. Kuasa hukum Gus Yaqut terus bekerja, berupaya membuktikan ketidakterlibatan kliennya dalam kasus pengalihan kuota haji tambahan itu. Jalan masih berliku, tapi dari Bandung, ribuan doa telah diantarkan.
Artikel Terkait
Camat Pimpin Gotong Royong Bersihkan Irigasi Palakka di Bone
Mahfud MD Dukung Pembentukan Tim Pencari Fakta untuk Kasus Andrie Yunus
FLPP Sulsel Tembus Rp229,74 Miliar, Wujudkan 1.838 Rumah Subsidi Hingga Februari 2026
Israel Bantah Keterlibatan dalam Insiden Tewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon Selatan