Israel dengan tegas membantah keterlibatannya dalam insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon selatan. Ketiga prajurit itu merupakan bagian dari misi penjaga perdamaian PBB, UNIFIL. Bantahan militer Israel ini muncul di tengah-tengah penyelidikan resmi yang masih digelar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Lewat pernyataan resminya, Israel Defense Forces (IDF) berargumen bahwa lokasi kejadian adalah area konflik aktif. Mereka merasa tuduhan yang langsung mengarah ke pasukan Israel terburu-buru dan tidak tepat.
"Oleh karena itu, tidak seharusnya diasumsikan bahwa insiden yang menimpa personel UNIFIL disebabkan oleh IDF," tegas pernyataan tersebut.
IDF juga mengklaim hasil pemeriksaan internal mereka. Menurut klaim itu, tidak ada pasukan Israel apalagi alat peledak milik mereka yang berada di lokasi saat tragedi terjadi. Intinya, Israel menegaskan diri tidak bertanggung jawab.
"Tidak ada alat peledak yang ditempatkan di area tersebut oleh pasukan IDF, dan tidak ada sama sekali pasukan IDF di area tersebut," demikian penegasan terbaru mereka.
Artikel Terkait
TNI Berikan Santunan Lebih dari Rp1,8 Miliar untuk Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
Mulai 2026, WFH ASN Diiringi Aturan Respons 5 Menit dan Pelacakan Lokasi
Harga Kedelai Impor Melonjak, Perajin Tempe Jember Pangkas Produksi dan Tenaga Kerja
Tiga Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pria di Sukabumi Diringkus di Banten