Selain tanah longsor, cuaca ekstrem pada hari yang sama juga memicu bencana lain di kabupaten tersebut. Angin kencang yang melanda Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Delapan unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat terjangan angin.
Abdul Muhari menambahkan detail dampak dari peristiwa angin kencang ini. "Sebanyak delapan unit rumah warga di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, mengalami kerusakan ringan," ungkapnya.
Penanganan dan Korban Terdampak
Bencana angin kencang tersebut berdampak pada puluhan warga setempat. Setidaknya 45 orang merasakan akibat langsung dari rusaknya tempat tinggal mereka. Menanggapi kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah bergerak cepat untuk melakukan kajian awal dan memberikan penanganan di lokasi terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga serta menilai kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Serangkaian kejadian di Wonosobo ini kembali mengingatkan akan kerentanan beberapa wilayah terhadap dampak cuaca ekstrem, terutama pada periode musim hujan. Koordinasi antar lembaga terkait dan kewaspadaan warga menjadi faktor kunci dalam mitigasi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Artikel Terkait
PSHK Desak Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diadili di Pengadilan Umum
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun
Warga Makassar Bentrok dengan Petugas Tolak Penggusuran Kios di Jalan Satando
Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo