Gaikindo Desak Pemerintah Hadirkan Stimulus, Pasar Mobil Terancam Lesu Berkepanjangan

- Rabu, 10 Desember 2025 | 14:30 WIB
Gaikindo Desak Pemerintah Hadirkan Stimulus, Pasar Mobil Terancam Lesu Berkepanjangan

Pasar mobil di Indonesia lagi sepi. Itu kesan yang sulit dihindari melihat data penjualan yang terus merosot belakangan ini. Target awal tahun yang dicanangkan sekitar 850.000 unit kini tampak seperti mimpi. Realitanya, prediksi paling optimis sekalipun hanya menyentuh angka 750.000 unit sampai akhir 2025. Penurunan yang cukup signifikan, bukan?

Di tengah kondisi ini, harapan pun tertuju pada pemerintah. Putu Juli Ardika, selaku Ketua Umum Gaikindo, dengan tegas menyuarakan perlunya stimulus. Menurutnya, langkah-langkah darurat seperti yang pernah dilakukan di masa pandemi bisa jadi solusi untuk memacu kembali minat beli masyarakat.

"Memang dalam kondisi yang sekarang ini, pembelian belum begitu bagus," ujar Putu di Tangerang, Rabu (10/12/2025).

"Kalau dikasih insentif, paling tidak seperti waktu Covid-19, jadi harga mobil lebih affordable sehingga bisa mendorong volume kendaraan," tambahnya.

Usulannya punya dasar. Coba kita ingat, awal 2022 lalu pemerintah pernah menggelontorkan insentif PPnBM DTP. Hasilnya? Luar biasa. Penjualan langsung melesat dan bahkan berhasil menembus angka satu juta unit di tahun yang sama. Bukti bahwa kebijakan semacam itu benar-benar bekerja.

Namun begitu, ini bukan cuma soal angka penjualan mobil belaka. Putu mengingatkan, industri otomotif adalah tulang punggung. Dia menggerakkan begitu banyak sektor pendukung, dari baja, kaca, hingga industri komponen. Kalau sektor ini lesu, efek berantainya akan terasa luas.

"Kalau volume penjualan makin besar, nanti yang lain ikut bergerak," jelasnya.

"Kita harus menjaga kesempatan kerja, menjaga ekspor kita, dan menjaga ekosistem otomotif ini bisa dipertahankan."

Jadi, persoalannya kompleks. Menunggu pasar membaik dengan sendirinya mungkin bukan pilihan. Pertanyaannya sekarang, apakah ada terobosan kebijakan yang siap dihadirkan untuk memutar kembali roda ini? Waktunya berjalan, dan industri menunggu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar