Komentar keras Kanselir Jerman Friedrich Merz soal rezim Iran yang disebutnya sedang "menjalani hari-hari terakhir" tak dibiarkan begitu saja oleh Tehran. Menlu Iran, Abbas Araghchi, balas menyerang dengan tuduhan standar ganda dan kemunafikan Berlin dalam isu hak asasi manusia.
Lewat unggahan di media sosial X, Araghchi menyatakan Jerman mungkin adalah pihak yang paling tidak pantas memberi ceramah soal HAM kepada negara lain. Baginya, kredibilitas Berlin sudah hancur berantakan.
"Kredibilitasnya runtuh karena dukungan total mereka terhadap genosida AS-Israel di Gaza," tulisnya, seperti dilaporkan Press TV Rabu lalu.
Dia pun membeberkan contoh yang dianggapnya kontradiktif. Saat Iran berusaha menangani teroris yang menyerang warga dan polisi, misalnya, Merz justru berkomentar bahwa "kekerasan adalah ekspresi kelemahan". Araghchi lantas menyodorkan pertanyaan pedas.
"Lalu, apa yang akan dikatakan Mr. Merz tentang dukungan sepenuh hatinya terhadap pembunuhan massal 70.000 warga Palestina di Gaza?"
Artikel Terkait
Pengusaha Djunaidi Terbukti Suap Dirut BUMN Rp2,5 Miliar untuk Jaminan Proyek
Begal Payudara di Kembangan Berhasil Ditangkap, Anak Jadi Korban
Pergantian Pejabat Utama hingga Kapolres, Polda Riau Resmi Lakukan Mutasi Besar-besaran
Wisuda Tertunda, Program PPDS Ditutup: Unsri Berantas Perundungan di FK