Kapan kita benar-benar merasakan ketenangan? Kapan kedamaian itu sungguh-sungguh datang? Bulan Ramadan ini sejatinya adalah waktu yang tepat. Saatnya kita berhenti sejenak dari segala kesibukan duniawi yang melelahkan.
Memang, berpuasa itu berat. Kita menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu. Tapi di balik semua keletihan itu, ada satu tujuan mulia: agar hati kita menjadi damai. Agar jiwa kita menemukan ketenangan yang sesungguhnya.
Seperti firman-Nya, "Liyazdadu imanam ma'a imanihim." Intinya, Allah menghendaki agar puasa kita menambah keimanan. Iman kita, dan iman semua orang beriman, diharapkan bertambah kukuh di bulan yang penuh berkah ini.
Karena itulah, momentum Ramadan ini adalah kesempatan emas untuk "healing". Bersama-sama, kita mendamaikan hati. Caranya? Salah satunya dengan berteman akrab dengan Al-Qur'an. Jadikanlah ia sahabat dekat kita, setidaknya selama sebulan penuh ini.
"Wa nunazzilu minal-qur'ani ma huwa syifa'un wa rahmatul lil-mukminin."
Ayat itu mengingatkan kita, bahwa Al-Qur'an diturunkan sebagai penawar. Obat bagi hati yang sedang terluka, galau, atau pikiran yang kusut tak karuan. Ia adalah rahmat nyata bagi orang-orang yang beriman.
Jadi, jangan sia-siakan bulan Ramadan kali ini. Manfaatkan betul untuk menyembuhkan hati dan pikiran. Dekatkan diri, jiwa dan raga, kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalau kita melewatkannya begitu saja, tanpa mengisinya dengan ibadah yang berarti, bisa-bisa kita termasuk orang yang merugi. Hidup sebagai seorang mukmin jadi terasa hampa.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati: Indonesia Pacu Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di Forum Dunia
MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Pejabat Maju di Pilpres
Polisi Ungkap Video Tawuran Pelajar di Pandeglang Hanya untuk Konten Media Sosial
APBD Makassar Terserap 11,07%, Wali Kota Tekankan Kualitas Hasil Lebih Penting dari Kecepatan Anggaran