Ramadan Momentum Healing Hati dengan Mendekatkan Diri pada Al-Quran

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 01:15 WIB
Ramadan Momentum Healing Hati dengan Mendekatkan Diri pada Al-Quran

Kapan kita benar-benar merasakan ketenangan? Kapan kedamaian itu sungguh-sungguh datang? Bulan Ramadan ini sejatinya adalah waktu yang tepat. Saatnya kita berhenti sejenak dari segala kesibukan duniawi yang melelahkan.

Memang, berpuasa itu berat. Kita menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu. Tapi di balik semua keletihan itu, ada satu tujuan mulia: agar hati kita menjadi damai. Agar jiwa kita menemukan ketenangan yang sesungguhnya.

Seperti firman-Nya, "Liyazdadu imanam ma'a imanihim." Intinya, Allah menghendaki agar puasa kita menambah keimanan. Iman kita, dan iman semua orang beriman, diharapkan bertambah kukuh di bulan yang penuh berkah ini.

Karena itulah, momentum Ramadan ini adalah kesempatan emas untuk "healing". Bersama-sama, kita mendamaikan hati. Caranya? Salah satunya dengan berteman akrab dengan Al-Qur'an. Jadikanlah ia sahabat dekat kita, setidaknya selama sebulan penuh ini.

"Wa nunazzilu minal-qur'ani ma huwa syifa'un wa rahmatul lil-mukminin."

Ayat itu mengingatkan kita, bahwa Al-Qur'an diturunkan sebagai penawar. Obat bagi hati yang sedang terluka, galau, atau pikiran yang kusut tak karuan. Ia adalah rahmat nyata bagi orang-orang yang beriman.

Jadi, jangan sia-siakan bulan Ramadan kali ini. Manfaatkan betul untuk menyembuhkan hati dan pikiran. Dekatkan diri, jiwa dan raga, kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalau kita melewatkannya begitu saja, tanpa mengisinya dengan ibadah yang berarti, bisa-bisa kita termasuk orang yang merugi. Hidup sebagai seorang mukmin jadi terasa hampa.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar