KPK kembali menahan seorang pejabat. Kali ini yang berurusan adalah Budiman Bayu Prasojo, Kepala Seksi Intelijen Cukai di Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dia diduga punya peran kunci, yakni memerintahkan pengumpulan uang korupsi yang disimpan di sebuah safe house. Tapi ternyata, uang-uang haram itu tidak cuma diam di satu tempat.
Menurut penyelidikan, sebagian dana itu bahkan sempat ditemukan di dalam mobil operasional yang dipakai para tersangka. "Jadi mereka udah lengkap, ada mobil operasionalnya dan lain-lainnya gitu," ujar Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, di gedung KPK, Kuningan, Jumat lalu.
Asep melanjutkan, uang di mobil itu dipakai untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak. "Jadi ada juga uang yang disimpan di mobil operasional untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak," jelasnya. Praktis, mereka tak perlu selalu bolak-balik ke safe house.
Yang menarik, mobil operasionalnya ternyata tidak cuma satu. BPKB-nya pun sudah disita oleh penyidik. "Nah, itu juga sedang kita... BPKB-nya sudah ada pada kita. Tinggal nanti unit-unit itu sedang hari ini sedang ditelusuri, mobilnya," tambah Asep.
Proses penangkapan sendiri cukup dinamis. Mobil-mobil itu terus bergerak, bahkan berganti-ganti sopir. Hal ini sempat memusingkan tim penyidik di lapangan yang jumlahnya terbatas. "Bagaimana pergerakan uang itu, ganti mobil, ganti orang, ganti supir. Terus-terus seperti itu," sebut Asep menggambarkan kerumitan operasi mereka.
Artikel Terkait
Gubernur Banten Tinjau Jalan Desa Baru di Lebak, Dukung Efisiensi Biaya Petani
DPR Klaim Tak Diajak Bahas Rencana Impor 105 Ribu Pikap India
Perempuan Muda Tewas Terlempar dari Flyover Arengka Diduga karena Tidak Fokus
KPK Geledah Rumah Mantan Pj Sekda Pati Terkait Kasus Pemerasan Bupati