Serangan balik ini muncul setelah pernyataan provokatif Merz yang meragukan legitimasi pemerintah Iran. Kanselir Jerman itu bahkan menyebut rezim di Tehran hampir tumbang pasca kerusuhan yang melanda.
"Saya yakin kita sekarang sedang menyaksikan hari-hari dan minggu-minggu terakhir rezim ini," klaim Merz dengan tegas. "Bagaimanapun, rezim ini tidak punya legitimasi dari pemilu. Penduduknya sendiri yang sekarang bangkit melawan."
Tak cuma soal Gaza, Araghchi juga menyorot sikap Merz pada Juni 2025 silam. Kala itu, sang kanselir disebut mendukung agresi AS-Israel terhadap fasilitas nuklir Iran. Araghchi menilai Merz mendukung "pekerjaan kotor" rezim Zionis untuk merusak situs-situs nuklir negaranya.
Jadi, perang kata-kata antara Tehran dan Berlin ini jelas belum akan reda dalam waktu dekat. Kedua pihak saling menuding dan mempertanyakan moral satu sama lain, dengan Gaza dan isu nuklir jadi amunisi utama.
Artikel Terkait
Hakim Ad Hoc Berunjuk Rasa ke DPR, 13 Tahun Hidup Tanpa Gaji Pokok
Ferrari dan Harley-Davidson Jadi Barang Bukti Sidang Suap Minyak Goreng
Tukang Tambal Ban di Kelapa Gading Minta Tebusan untuk Pelat Nomor yang Tersapu Banjir
Boyolali Siap Jadi Tuan Rumah Puncak Hari Desa Nasional 2026