Serangan balik ini muncul setelah pernyataan provokatif Merz yang meragukan legitimasi pemerintah Iran. Kanselir Jerman itu bahkan menyebut rezim di Tehran hampir tumbang pasca kerusuhan yang melanda.
"Saya yakin kita sekarang sedang menyaksikan hari-hari dan minggu-minggu terakhir rezim ini," klaim Merz dengan tegas. "Bagaimanapun, rezim ini tidak punya legitimasi dari pemilu. Penduduknya sendiri yang sekarang bangkit melawan."
Tak cuma soal Gaza, Araghchi juga menyorot sikap Merz pada Juni 2025 silam. Kala itu, sang kanselir disebut mendukung agresi AS-Israel terhadap fasilitas nuklir Iran. Araghchi menilai Merz mendukung "pekerjaan kotor" rezim Zionis untuk merusak situs-situs nuklir negaranya.
Jadi, perang kata-kata antara Tehran dan Berlin ini jelas belum akan reda dalam waktu dekat. Kedua pihak saling menuding dan mempertanyakan moral satu sama lain, dengan Gaza dan isu nuklir jadi amunisi utama.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah
BGN Tutup 47 Dapur Makanan Gratis Ramadan karena Tak Penuhi Standar Mutu
Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Sirene Peringatan Berbunyi
Presiden Prabowo Sampaikan Harapan Damai dan Optimisme di Perayaan Imlek Nasional