Pernyataan terbaru Benjamin Netanyahu mengguncang. Usai serangan Israel ke wilayah Iran, Perdana Menteri Israel itu dengan tegas mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam operasi militer tersebut.
Dalam siaran televisi yang dilansir AFP, Minggu (1/3/2026), Netanyahu mendeskripsikan serangan itu sebagai sebuah pukulan mendadak yang dahsyat.
"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei hancur di jantung Teheran," ujarnya.
Dia menyebut serangan itu merupakan kerja sama pasukan Israel dan AS, yang menjatuhkan puluhan bom tepatnya 30 ke kompleks kediaman Khamenei. Netanyahu bersikeras ada banyak indikasi yang menunjukkan sang pemimpin Iran itu telah meninggal dunia.
"Selama lebih dari tiga setengah dekade, diktator kejam ini telah menyebarkan teror di seluruh dunia sambil menindas rakyatnya sendiri, sambil bekerja tanpa lelah dan tanpa henti pada rencana untuk menghancurkan Israel," kata Netanyahu dengan nada keras.
Lalu dia menyambung, "Rencana itu sudah tidak ada lagi -- dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi."
Di sisi lain, laporan dari dua jaringan televisi Israel juga mendukung klaim tersebut. Mereka memberitakan Khamenei tewas dalam serangan gabungan itu. Namun, sampai berita ini diturunkan, belum ada satu pun konfirmasi resmi dari pihak otoritas di Teheran. Keheningan mereka justru menambah spekulasi.
Artikel Terkait
Trump dan Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Korban Jiwa Capai Ratusan
Trump Klaim Khamenei dan Sejumlah Pimpinan Senior Iran Tewas dalam Serangan Udara
PBB Gelar Rapat Darurat Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Guterres Peringatkan Risiko Konflik Luas
Razia Gabungan di Bogor Amankan 124 Botol Miras Selama Ramadan