Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah

- Minggu, 01 Maret 2026 | 03:55 WIB
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah

Pernyataan terbaru Benjamin Netanyahu mengguncang. Usai serangan Israel ke wilayah Iran, Perdana Menteri Israel itu dengan tegas mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam operasi militer tersebut.

Dalam siaran televisi yang dilansir AFP, Minggu (1/3/2026), Netanyahu mendeskripsikan serangan itu sebagai sebuah pukulan mendadak yang dahsyat.

"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei hancur di jantung Teheran," ujarnya.

Dia menyebut serangan itu merupakan kerja sama pasukan Israel dan AS, yang menjatuhkan puluhan bom tepatnya 30 ke kompleks kediaman Khamenei. Netanyahu bersikeras ada banyak indikasi yang menunjukkan sang pemimpin Iran itu telah meninggal dunia.

"Selama lebih dari tiga setengah dekade, diktator kejam ini telah menyebarkan teror di seluruh dunia sambil menindas rakyatnya sendiri, sambil bekerja tanpa lelah dan tanpa henti pada rencana untuk menghancurkan Israel," kata Netanyahu dengan nada keras.

Lalu dia menyambung, "Rencana itu sudah tidak ada lagi -- dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi."

Di sisi lain, laporan dari dua jaringan televisi Israel juga mendukung klaim tersebut. Mereka memberitakan Khamenei tewas dalam serangan gabungan itu. Namun, sampai berita ini diturunkan, belum ada satu pun konfirmasi resmi dari pihak otoritas di Teheran. Keheningan mereka justru menambah spekulasi.

Kabarnya, isu kematian Khamenei sudah beredar luas di kalangan militer Israel. Seorang pejabat senior Israel bahkan mengatakan kepada Reuters bahwa serangan pada Sabtu (28/2) itu memang berhasil menewaskan Khamenei.

Tapi tentu saja, narasi dari Iran sama sekali berbeda.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas membantah semua klaim tersebut. Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News dari Teheran, dia menyatakan sang Ayatollah masih hidup.

"Anda tidak dapat melakukan perubahan rezim sementara jutaan orang mendukung rezim yang disebut-sebut itu," tegas Araghchi, menepis segala kemungkinan pergantian kekuasaan.

Dia menambahkan, "sejauh yang saya ketahui," Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masih hidup. Pernyataan itu disampaikan meski keberadaan pria berusia 86 tahun itu memang tidak terlihat publik pasca-serangan yang menyasar para pemimpin politik Iran.

Jadi, situasinya masih gelap. Di satu sisi, Israel bersikukuh dengan klaim kemenangan besarnya. Di sisi lain, Iran membantah dan menunjukkan keteguhan. Kebenaran sejati, untuk saat ini, masih tersembunyi di balik kabut perang dan propaganda.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar